Fatih Architecture Studio Banner
Fatih Architecture Studio Banner

Bireuen Mulai Salurkan Stimulan Rumah

Pencairan ditahap untuk korban banjir dan longsor

Bantuan stimulan rumah Bireuen (Kemenko PMK)
Bantuan stimulan rumah Bireuen (Kemenko PMK)

BIREUEN, Rabu, 1 April 2026 09.30 WIB — Bantuan stimulan perumahan untuk korban banjir dan longsor di Kabupaten Bireuen mulai disalurkan setelah transfer awal masuk ke ratusan rekening penerima. Program ini menyasar ribuan kepala keluarga terdampak dengan pencairan bertahap agar perbaikan rumah segera berjalan.

Pemerintah daerah menyebut penyaluran awal sudah berjalan melalui rekening penerima yang dibuat oleh Bank Syariah Indonesia pusat. Hingga Jumat, 27 Maret 2026, dana yang telah ditransfer masuk ke 868 rekening dengan nilai total Rp 18,12 miliar. Program ini bagian dari pemulihan pascabencana di Bireuen yang mencakup rumah rusak ringan dan rusak sedang.

Dari total penerima, 4.347 kepala keluarga masuk daftar bantuan di Bireuen. Rinciannya, 2.954 kepala keluarga kategori rusak ringan dengan total Rp 44,31 miliar, sedangkan 1.393 kepala keluarga kategori rusak sedang menerima alokasi Rp 41,79 miliar atau Rp 30 juta per kepala keluarga. Keputusan Bupati Bireuen tentang penetapan penerima bantuan tahap ketiga juga tercatat dalam JDIH Aceh pada 2026.

Baca Juga:  Bernadya Tampil Berhijab dan Serba Hitam di Aceh

Juru Bicara Pemerintah Aceh sebelumnya menegaskan Bireuen menjadi salah satu daerah dengan jumlah penerima bantuan rumah terbesar. Dalam keterangan resmi Pemerintah Aceh pada 3 Maret 2026, jumlah rumah di Bireuen yang menerima bantuan tercatat 4.347 unit, dengan skema bantuan stimulan untuk rumah rusak ringan dan sedang.

“Pencairan termin pertama sebanyak 80 persen, dan termin kedua 20 persen. Perlu kami tegaskan seluruh bantuan dana stimulan perumahan wajib digunakan untuk perbaikan dan pembangunan rumah. Tidak boleh digunakan untuk keperluan lain,” kata pejabat yang dikutip ANTARA dalam laporan penyaluran di Bireuen.

Baca Juga:  Pemerintah Hitung Kebutuhan Pemulihan Banjir Sumatra Rp 51,82 triliun

Bagi warga, pencairan ini penting karena menyentuh kebutuhan paling dasar setelah berbulan-bulan tinggal dengan kondisi rumah yang belum pulih sepenuhnya. Dampaknya bukan hanya pada tempat tinggal, tetapi juga pada pemulihan aktivitas keluarga, sekolah anak, dan usaha kecil rumahan yang sempat terganggu setelah bencana hidrometeorologi di Aceh pada akhir 2025.

Pemerintah menyebut sosialisasi pencairan tahap I dijadwalkan pada pekan kedua April 2026 mengikuti aturan BNPB. Untuk mendampingi proses pembangunan, Bupati Bireuen membentuk tim teknis yang melibatkan unsur pemerintah daerah, kepolisian, kejaksaan, dan TNI agar penggunaan dana sesuai peruntukan dan progres perbaikan dapat diawasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *