Fatih Architecture Studio Banner
Fatih Architecture Studio Banner

KNMP Lampung Timur Rampung, Nelayan Tunggu Manfaat

Fasilitas di Sukorahayu dan Margasari siap dipakai

KNMP Lampung Timur (KKP)
KNMP Lampung Timur (KKP)

LAMPUNG TIMUR, Rabu, 1 April 2026 09.30 WIB — Fasilitas infrastruktur Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Sukorahayu dan Margasari, Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur, dinyatakan rampung dibangun. Warga kini menunggu tahap pemanfaatan agar sarana itu benar-benar menekan biaya usaha dan memperluas pasar hasil tangkap nelayan.

Laporan ANTARA Lampung menyebut dua kampung nelayan itu kini memiliki rangkaian fasilitas penunjang yang cukup lengkap, mulai dari kios perbekalan nelayan, pabrik es, gudang pendingin, bengkel kapal, hingga SPBU nelayan. Sarana ini dinilai penting karena persoalan utama nelayan pesisir biasanya berkisar pada logistik melaut, penyimpanan ikan, ketersediaan es, dan akses bahan bakar.

Program ini bukan muncul tiba-tiba. Inspektorat Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan pada 9 Maret 2026 mencatat Desa Margasari dan Desa Sukorahayu di Lampung Timur termasuk lokasi yang dipantau dalam rangka reviu pembangunan KNMP Tahap I Tahun Anggaran 2025. KKP menyatakan pengawasan fisik dan pembahasan teknis dilakukan agar pembangunan berjalan sesuai jadwal, memenuhi standar kualitas, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat pesisir.

Baca Juga:  Pedagang Pasar Horas Siantar Mulai Kembali ke Kios

Camat Labuhan Maringgai, Setyo Cipto, mengatakan manfaat ekonomi menjadi ukuran utama setelah pembangunan fisik selesai. “Dengan selesainya pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di kedua desa merupakan suatu hal yang baik bagi masyarakat nelayan Labuhan Maringgai. Kemudian bagaimana penggunaannya dapat menyentuh semua lapisan masyarakat,” kata Setyo Cipto.

Ia juga menegaskan fasilitas tersebut diharapkan tidak hanya menguntungkan anggota koperasi pengelola, tetapi juga warga nelayan sekitar dan pelaku UMKM. Dalam laporan yang sama, Setyo meminta fasilitas pengolahan dan pemasaran perikanan yang dikelola Koperasi Desa Merah Putih dapat diisi oleh beragam produk UMKM masyarakat sekitar. Dengan demikian, efek ekonominya tidak berhenti pada sektor tangkap saja.

Baca Juga:  Madina Fokus Hilirisasi Kopi–Kakao, Sambut Anggaran Rp 9,95 T

Bagi warga pesisir Labuhan Maringgai, keberadaan pabrik es, cold storage, bengkel kapal, dan SPBU nelayan berpotensi memangkas biaya operasional harian serta menurunkan kehilangan mutu hasil tangkapan. Dampaknya bisa terasa pada harga jual, ketahanan produk, hingga frekuensi melaut, terutama saat nelayan kecil selama ini harus mencari layanan serupa ke titik yang lebih jauh. Ini menjadi alasan mengapa tahap pemanfaatan dan tata kelola akan lebih menentukan daripada sekadar peresmian fisik.

Baca Juga:  Padang: Wawako Resmikan Gedung Baru PT KRIS

Langkah berikutnya adalah memastikan pengoperasian fasilitas berlangsung efektif, terbuka, dan terhubung dengan kebutuhan warga sekitar. Tim Asisten Deputi Pengelolaan Perikanan Tangkap pada Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kemenko Pangan sebelumnya juga telah mengecek kesiapan fasilitas di Sukorahayu dan Margasari. Pemerintah daerah serta pengelola koperasi kini ditunggu menata operasional agar investasi ini cepat terasa di tingkat nelayan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *