BANDA ACEH, Senin, 27 April 2026 11.30 WIB — Cadangan beras pemerintah yang dikelola Bulog menembus 5.000.198 ton pada 23 April 2026, sementara stok Bulog Aceh mencapai 65 ribu ton untuk menjaga pasokan warga di 23 kabupaten/kota.
Kementerian Pertanian menyebut capaian nasional tersebut sebagai level tertinggi sepanjang sejarah cadangan beras pemerintah. Dari sudut Sumatra, angka ini penting karena beberapa daerah masih menjalani pemulihan pascabencana dan membutuhkan kepastian pasokan pangan.
Di Aceh, Perum Bulog Kanwil Aceh menyatakan persediaan beras di gudang yang tersebar di 23 kabupaten/kota cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga awal 2027. Stok juga akan bertambah melalui penyerapan hasil panen petani.
Ahmad Rizal Ramdhani, Direktur Utama Perum Bulog, “Pencapaian 5 juta ton ini adalah wujud komitmen Bulog dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras.”
Budi Sultika, Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Aceh, menyatakan stok daerah terus dijaga melalui jaringan gudang dan mitra penyerapan. Bagi warga, kecukupan stok beras berpengaruh pada harga pasar, program bantuan pangan, serta kebutuhan darurat saat bencana.
Kondisi ini perlu dibaca bersama tantangan distribusi di daerah kepulauan, pegunungan, dan wilayah yang masih memperbaiki infrastruktur. Stok besar di gudang belum otomatis menjamin harga stabil bila distribusi ke pasar kecil terlambat atau biaya angkut meningkat.
Apa berikutnya, pemerintah daerah di Sumatra perlu memantau harga beras harian, memastikan pasokan SPHP sampai pasar rakyat, dan membuka informasi stok secara berkala. Warga disarankan membeli sesuai kebutuhan agar tidak memicu tekanan harga lokal.






