TERNATE, Jumat, 3 April 2026, 09.50 WIT — BMKG mencatat dua gempa dirasakan pada Jumat pagi di barat Jailolo, Maluku Utara, masing-masing bermagnitudo 5,4 dan 5,2. Rangkaian ini terjadi sehari setelah gempa utama M7,6 di kawasan Ternate-Bitung, sehingga kewaspadaan warga terhadap gempa susulan kembali meningkat.
Pada data BMKG, gempa pertama terjadi pukul 07.22.18 WIB dengan magnitudo 5,4 dan kedalaman 10 kilometer, berpusat di laut 96 kilometer barat laut Jailolo. Getarannya dirasakan di Kota Ternate dengan intensitas III–IV MMI. Sepuluh menit kemudian, BMKG kembali mencatat gempa magnitudo 5,2 pada pukul 07.32.55 WIB, juga berkedalaman 10 kilometer, dengan pusat di laut 94 kilometer barat Jailolo.
Rangkaian gempa hari ini masih berkait dengan aktivitas seismik kuat yang mengguncang wilayah itu pada Kamis, 2 April 2026. BMKG sebelumnya menganalisis gempa tektonik M7,6 terjadi pukul 04.48 WIB di laut sekitar 132 kilometer barat laut Ternate, dengan kedalaman 33 kilometer. Pada fase awal, gempa itu sempat memicu peringatan dini tsunami untuk sejumlah wilayah di Maluku Utara dan Sulawesi Utara.
Muhammad Zulkifli, Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Stasiun Geofisika Manado, mengingatkan warga agar tidak lengah setelah gempa utama. “Kami tetap berharap warga waspada berhati-hati, serta memastikan bahwa bangunan rumah atau tempat bekerja dalam kondisi baik setelah terjadinya gempa,” ujarnya. Pesan ini relevan karena guncangan lanjutan masih muncul dan dapat memicu kepanikan, terutama pada bangunan yang sudah lebih dulu terdampak.
Dampak sehari sebelumnya sudah terlihat di lapangan. ANTARA melaporkan kerusakan ringan pada rumah warga di Kelurahan Gambesi, Ternate, sedangkan Basarnas mencatat satu warga meninggal dunia di Manado akibat tertimpa reruntuhan bangunan setelah gempa utama M7,6. Kondisi tersebut membuat warga Maluku Utara dan Sulawesi Utara cenderung lebih sensitif terhadap setiap getaran susulan yang kembali terasa pagi ini.
Secara geologi, BMKG menyebut gempa utama Kamis pagi merupakan gempa dangkal akibat aktivitas deformasi kerak bumi dengan mekanisme pergerakan naik atau thrust fault. Untuk warga, langkah paling penting saat ini adalah menghindari bangunan yang retak, memeriksa jalur evakuasi keluarga, dan terus memantau pembaruan resmi BMKG. BMKG juga sudah memberi saran singkat yang tegas: waspadai gempa susulan yang mungkin masih terjadi.






