JAKARTA, Jumat, 10 April 2026, 07.50 WIB — Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyebut sektor pariwisata Indonesia menunjukkan tren pertumbuhan positif setelah kunjungan wisatawan mancanegara pada Februari 2026 tercatat 1,16 juta atau naik 13,37 persen secara tahunan.
Kementerian Pariwisata menargetkan 16 juta hingga 17,6 juta kunjungan wisman sepanjang 2026. Di saat yang sama, pemerintah juga mengakui dinamika geopolitik global memberi tekanan pada industri, terutama lewat gangguan penerbangan dan biaya perjalanan lintas kawasan.
Widiyanti menyebut pariwisata nasional berada pada “tren pertumbuhan positif”. Data BPS juga menunjukkan kunjungan dari wisatawan Tiongkok tumbuh kuat pada Februari, memberi sinyal pasar Asia tetap penting untuk dibidik destinasi Indonesia.
Bagi Sumatra, momentum ini seharusnya tidak hanya dinikmati Bali. Destinasi seperti Danau Toba, Bukittinggi, Belitung, Lampung pesisir, hingga kawasan budaya di Aceh dan Jambi perlu memperkuat akses, kebersihan, dan promosi yang lebih rapi agar belanja wisata tidak terkonsentrasi di satu pulau saja.
Data pergerakan wisata juga menunjukkan arus perjalanan domestik dan kunjungan ke sejumlah daerah tetap tinggi pada awal 2026. Itu artinya pasar nusantara dan wisman bisa berjalan bersama, asalkan daerah menyiapkan konektivitas, agenda event, dan kualitas layanan.
Langkah berikutnya adalah memastikan target pertumbuhan tidak hanya berhenti di angka kunjungan, tetapi juga durasi tinggal dan belanja wisatawan. Di situlah provinsi-provinsi di Sumatra punya peluang besar untuk mengejar pemerataan manfaat ekonomi pariwisata.






