Fatih Architecture Studio Banner
Fatih Architecture Studio Banner

Kemarau Panjang, Riau Siaga Karhutla

Pemerintah menempatkan pencegahan dini sebagai kunci menghadapi risiko kebakaran lahan di Sumatra.

BPBD Pekanbaru Padamkan Karhutla
BPBD Pekanbaru Padamkan Karhutla

PEKANBARU/RIAU, Sabtu, 25 April 2026, 12.15 WIB — Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq memimpin apel pengendalian kebakaran hutan dan lahan di Rumbai, Pekanbaru, saat pemerintah mengantisipasi kemarau panjang yang berpotensi menaikkan risiko karhutla di Sumatra.

Apel berlangsung di Lapangan Bola PT Pertamina Hulu Rokan. Pemerintah menyoroti enam provinsi utama dengan potensi karhutla relatif tinggi, termasuk Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan yang selama ini menjadi wilayah rawan saat musim kering.

Hanif menyebut kesiapsiagaan menjadi penting karena proyeksi BMKG menunjukkan Indonesia memasuki masa kemarau yang relatif panjang. Risiko meningkat terutama di wilayah bergambut, karena api dapat menyebar cepat bila ada pemantik dan kondisi kering.

Baca Juga:  Pelalawan Masih Jadi Fokus Penanganan Karhutla

Hanif Faisol Nurofiq, Menteri Lingkungan Hidup, “Enam provinsi utama memiliki potensi kebakaran hutan dan lahan yang relatif tinggi dibandingkan provinsi yang lain.”

Riau telah menetapkan status siaga darurat karhutla mulai 13 Februari hingga 30 November 2026. Status ini memberi ruang koordinasi lebih cepat antara pemerintah daerah, aparat, perusahaan, dan masyarakat dalam pencegahan serta penanganan di lapangan.

Baca Juga:  Merak–Bakauheni: Gelombang Rendah–Sedang

Data BPBD Riau yang dikutip InfoPublik mencatat karhutla terjadi di 11 kabupaten/kota dengan total 1.041,74 hektare dan 1.849 titik panas pada awal 2026. Angka ini menunjukkan pencegahan di tingkat desa dan konsesi perlu diperkuat sebelum puncak kemarau.

Bagi warga Sumatra, karhutla berdampak langsung pada kesehatan, sekolah, transportasi, dan ekonomi lokal. Kabut asap dapat mengganggu aktivitas harian, sementara kebakaran lahan gambut membutuhkan waktu dan biaya besar untuk dipadamkan.

Baca Juga:  Gelombang Tinggi Barat Sumatra & Natuna 7–10 Nov

Apa berikutnya, pemerintah daerah diminta memperkuat patroli terpadu, pemantauan titik panas, kesiapan embung, dan larangan pembukaan lahan dengan cara membakar. Warga diimbau segera melapor bila melihat asap atau pembakaran lahan di sekitar permukiman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *