ACEH BARAT, Sabtu, 2 Mei 2026 10.00 WIB — Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menargetkan 75 unit Koperasi Desa Merah Putih rampung tahun ini. Program ini diarahkan untuk memperkuat ekonomi 321 gampong di 10 kecamatan melalui gerai kebutuhan pokok dan unit usaha desa.
Pemkab Aceh Barat mencatat pembangunan fisik 75 unit KDMP sudah dimulai. Selain itu, 11 unit tambahan direncanakan masuk tahap kelima. Pemerintah daerah menilai koperasi desa dapat menjadi simpul baru bagi distribusi bahan pokok, simpanan anggota, dan pengembangan usaha berbasis potensi gampong.
Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, dan UKM Kabupaten Aceh Barat, Khairuzzadi, menyebut dua unit KDMP telah selesai dibangun, yakni di Kede Aron, Kecamatan Kaway XVI, dan Desa Suak Bidok, Kecamatan Arongan Lambalek.
Khairuzzadi, Kepala DPPKUKM Aceh Barat, “Hingga saat ini, tercatat sebanyak 75 unit koperasi telah memulai proses pembangunan fisik, dengan 11 unit tambahan yang direncanakan masuk pada tahap kelima.”
Program tersebut mencakup 321 gampong di 10 kecamatan. Setelah bangunan selesai, pengurus koperasi didorong segera menjalankan roda organisasi, termasuk simpanan pokok, simpanan wajib anggota, serta gerai yang menyediakan kebutuhan dasar warga.
Bagi warga desa dan pelaku UMKM, keberadaan koperasi dapat memperpendek rantai pasok barang kebutuhan harian. Koperasi juga berpotensi menjadi tempat pemasaran produk lokal, terutama bila tiap gampong mampu memilih unit usaha sesuai sumber daya setempat.
Pembangunan fisik KDMP juga mendapat dukungan pengawasan dari Kodim 0105 Aceh Barat. Pengawasan lapangan diperlukan karena sebagian proyek berada di desa yang berbeda-beda dan membutuhkan koordinasi antara pengurus koperasi, pekerja, pemerintah gampong, serta dinas teknis.
Apa berikutnya, Pemkab Aceh Barat perlu memastikan jadwal penyelesaian tiap unit, kesiapan pengurus, dan model usaha yang realistis. Warga yang menjadi anggota koperasi juga perlu mendapat pendampingan agar koperasi tidak berhenti pada bangunan fisik, tetapi benar-benar berjalan sebagai lembaga ekonomi desa.






