TANAH DATAR, Kamis, 14 Mei 2026, 10.30 WIB — Banjir dan longsor melanda sejumlah nagari di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, setelah hujan lebat mengguyur wilayah setempat sejak Selasa malam, berdampak pada rumah warga, jembatan, dan lahan pertanian.
Data sementara yang dihimpun dari BPBD Tanah Datar menyebut wilayah terdampak meliputi Nagari Padang Ganting, Saruaso, Taluak, dan Koto Tangah. Di Padang Ganting, luapan Batang Sungai Pagie dilaporkan merendam permukiman, sementara longsor mengganggu akses di beberapa titik jalan.
Dampak paling berat dilaporkan terjadi di Nagari Taluak, Kecamatan Lintau Buo. Laporan lapangan menyebut lima rumah dan lima jembatan hanyut, puluhan rumah rusak, serta lebih dari 100 hektare sawah warga terdampak. Angka ini masih bersifat [Menunggu verifikasi] karena pendataan lapangan berlanjut.
Bupati Tanah Datar Eka Putra menyatakan kebutuhan warga terdampak, terutama kesehatan dan makanan, harus dipastikan aman. “Warga yang mengungsi harus dalam kondisi aman,” ujar Eka Putra, Bupati Tanah Datar.
Bencana ini berpengaruh langsung pada mobilitas warga, petani, dan layanan dasar. Sawah yang rusak berpotensi mengganggu pendapatan rumah tangga tani, sementara jembatan putus dapat memperlambat distribusi bantuan dan aktivitas ekonomi antarjorong.
Dalam beberapa pekan terakhir, Sumatera Barat masih menghadapi risiko hujan sedang hingga lebat di sejumlah wilayah. Warga di bantaran sungai, lereng, dan jalur rawan longsor diminta menghindari perjalanan saat hujan deras serta mengikuti arahan BPBD, pemerintah nagari, dan petugas di lapangan.






