TAPANULI UTARA, Jumat, 22 Mei 2026, 13.45 WIB — Warga di Kecamatan Siatas Barita dan Sipahutar, Kabupaten Tapanuli Utara, diminta meningkatkan kewaspadaan setelah ternak dilaporkan diserang satwa liar dan jejak harimau Sumatra ditemukan di area perladangan.
Laporan awal menyebut satu anak kerbau milik warga hilang dan satu kerbau lain mengalami luka di dua desa berbeda, yakni Desa Sidagal dan Desa Simanampang. Peristiwa tersebut terjadi pada Senin–Selasa, 18–19 Mei 2026, saat ternak ditambatkan di area perladangan dekat permukiman.
Kasi Humas Polres Tapanuli Utara, Aiptu Walpon Baringbing, menyatakan warga diminta tetap waspada. “Peristiwa tersebut terjadi di Desa Sidagal dan Desa Simanampang pada Senin hingga Selasa, 18–19 Mei 2026. Kita imbau warga untuk tetap waspada,” ujarnya.
Hasil pemeriksaan tim BBKSDA Sumatera Utara terhadap jejak yang ditemukan di lokasi mengarah pada harimau Sumatra dewasa. Ukuran tapak yang dilaporkan sekitar 14 sentimeter lebar dan 13 sentimeter panjang. Tim juga diterjunkan untuk penanganan satwa liar dan pemantauan di sekitar lokasi.
Dampak kejadian ini dirasakan peternak dan petani yang biasa beraktivitas di ladang pada pagi dan sore hari. Warga disarankan tidak pergi sendiri, menghindari membawa ternak terlalu dekat ke kawasan belukar, dan segera melapor bila menemukan jejak atau suara satwa liar.
Harimau Sumatra merupakan satwa dilindungi. Karena itu, penanganan konflik manusia-satwa harus dilakukan oleh petugas berwenang agar tidak membahayakan warga maupun satwa. Upaya pengusiran mandiri, perangkap tidak resmi, atau tindakan melukai satwa berisiko menambah konflik.
Petugas diharapkan memperkuat sosialisasi di desa terdampak, memasang kamera pemantau bila diperlukan, dan membantu warga menjaga ternak sementara waktu. Warga diminta menyimpan nomor kontak aparat desa, kepolisian, dan petugas konservasi untuk pelaporan cepat.






