Fatih Architecture Studio Banner
ScienceTech Horizon Banner

Pertamina Tambah Jam Operasional Terminal BBM di Aceh Menjadi 14 Jam

Pertamina meningkatkan jam operasional terminal BBM di Aceh menjadi 14 jam per hari untuk mempercepat normalisasi distribusi energi.

Distribusi BBM Aceh
Distribusi BBM Aceh

BANDA ACEH Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara meningkatkan jam operasional penyaluran bahan bakar minyak di Aceh dari rata-rata delapan jam menjadi 14 jam per hari.

Penambahan waktu operasional diterapkan di Integrated Terminal Lhokseumawe dan Fuel Terminal Krueng Raya. Kedua terminal tersebut juga menambah kegiatan penyaluran pada hari Minggu.

Kebijakan itu dilakukan untuk mempercepat normalisasi distribusi BBM dan memastikan kebutuhan energi masyarakat di berbagai wilayah Aceh tetap terpenuhi.

Area Manager Communication, Relations and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, mengatakan penguatan operasional terminal menjadi bagian dari upaya meningkatkan keandalan distribusi.

Baca Juga:  Pertamina Hulu Energi Temukan Harta Karun di Lepas Pantai Aceh

Selain menambah jam kerja, Pertamina meningkatkan frekuensi pengiriman mobil tangki sekitar 65 persen. Penambahan ritase dilakukan agar penyaluran menuju stasiun pengisian bahan bakar umum dan lembaga penyalur lainnya dapat berlangsung lebih cepat.

Pertamina juga menyesuaikan pola distribusi antarterminal. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat pengiriman menuju wilayah yang membutuhkan tambahan pasokan.

Sejak 12 Juli 2026, Integrated Terminal Lhokseumawe turut memasok kebutuhan BBM ke wilayah Langsa dan Aceh Timur. Rata-rata volume pengiriman ke kedua wilayah tersebut mencapai sekitar 48 ribu liter per hari.

Baca Juga:  Pemerintah Libatkan Distributor Swasta Atasi Krisis Pasokan BBM

Untuk wilayah Bireuen dan Pidie, Pertamina menjalankan pola suplai estafet bersama Fuel Terminal Krueng Raya. Pengaturan tersebut memungkinkan distribusi dilakukan dari terminal yang paling siap melayani kebutuhan daerah.

Penguatan distribusi menjadi penting setelah masyarakat di sejumlah daerah di Aceh menghadapi antrean kendaraan di SPBU. Antrean panjang dapat memengaruhi mobilitas masyarakat, distribusi barang, aktivitas usaha, serta layanan transportasi.

Penambahan jam operasional perlu diikuti dengan pemantauan stok secara berkala. Pemerataan pasokan juga harus menjadi perhatian, terutama bagi kecamatan yang berada jauh dari terminal utama.

Baca Juga:  Pertamax Naik, Pertalite Tetap Stabil Update Harga BBM Akhir Tahun

Masyarakat diimbau membeli BBM sesuai kebutuhan dan menghindari pembelian berlebihan. Pembelian dalam jumlah tidak wajar dapat mengganggu kestabilan distribusi dan memperpanjang antrean.

Koordinasi antara Pertamina, pemerintah daerah, aparat keamanan, pengelola SPBU, dan Hiswana Migas diperlukan untuk memastikan pasokan sampai kepada masyarakat secara tepat.

Efektivitas kebijakan tersebut dapat dilihat dari berkurangnya antrean, stabilnya stok di SPBU, serta normalnya kembali distribusi BBM di seluruh kabupaten dan kota di Aceh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *