Iklan Fatih Architecture Studio
ScienceTech Horizon Banner

Gempa M7,7 NTT Tewaskan 47 Warga, Ratusan Rumah Rusak

BNPB mencatat sementara 47 korban meninggal akibat gempa M7,7 NTT. Ratusan rumah dan fasilitas publik dilaporkan mengalami kerusakan.

Gempa NTT
Gempa NTT

JAKARTA – Jumlah korban meninggal akibat gempa magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, bertambah menjadi lebih dari 60 orang. Tim pencarian dan pertolongan masih disiagakan di sejumlah wilayah terdampak.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana dalam pembaruan Senin malam, 17 Agustus 2026, menyatakan operasi pencarian dan pertolongan masih berlangsung pada hari ketiga setelah gempa. Ribuan personel gabungan terlibat dalam penanganan bencana.

Basarnas mengerahkan 63 personel bersama 1.799 personel potensi SAR. Hingga pembaruan tersebut disampaikan, tidak terdapat lagi laporan orang hilang. Meski demikian, personel tetap ditempatkan terutama di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur.

Baca Juga:  Aceh Siaga Bencana, Posko Aktif 24 Jam

Jumlah korban terus berubah seiring proses pendataan. Pada pembaruan BNPB sebelumnya pada 17 Agustus, jumlah korban meninggal tercatat 54 orang. Data kemudian diperbarui pada malam hari menjadi lebih dari 60 korban meninggal.

Pelayanan medis darurat juga terus dilakukan. Pemerintah menyiapkan rumah sakit lapangan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat di wilayah terdampak.

Aktivitas gempa susulan masih menjadi perhatian. BMKG mencatat hingga Senin, 17 Agustus 2026 pukul 11.00 WIB, telah terjadi 1.624 gempa susulan dengan magnitudo M1,3 hingga M6,2. Sebanyak 23 gempa di antaranya memiliki magnitudo lebih dari M5 dan 59 gempa susulan dirasakan masyarakat.

Baca Juga:  Huntap Aceh Tamiang Dipastikan Sesuai Tahapan

Gempa utama terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026 pukul 04.58 WIB. BMKG memutakhirkan parameter gempa menjadi magnitudo 7,7. Gempa dangkal tersebut dipicu aktivitas tektonik Flores Back-Arc dengan mekanisme sesar naik atau thrust fault.

Gempa juga sempat memicu peringatan dini tsunami. Berdasarkan pengamatan BMKG, tsunami tercatat pada 16 lokasi di empat provinsi, yakni Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara. Peringatan dini tsunami kemudian diakhiri pada pukul 07.30 WIB.

Penanganan darurat kini mencakup pencarian dan pertolongan, pelayanan kesehatan, pemulihan infrastruktur, pendataan kerusakan, serta distribusi logistik kepada masyarakat terdampak.

Baca Juga:  Aceh Timur Tutup Peunaron–Lokop, Jembatan Armco Dipasang

BNPB juga mempercepat distribusi bantuan melalui jalur udara, darat, dan laut. Distribusi melalui jalur laut antara lain dilakukan menuju Pulau Palue di Kabupaten Sikka yang memiliki tantangan akses sebagai wilayah kepulauan.

Sementara itu, BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap gempa susulan dan menghindari bangunan yang mengalami retak atau kerusakan akibat gempa. Pemantauan aktivitas kegempaan masih terus dilakukan.

Ket: Artikel ini diperbarui pada 18 Agustus 2026 berdasarkan perkembangan terbaru BNPB dan BMKG.