Iklan Fatih Architecture Studio
ScienceTech Horizon Banner

Menteri PU Soroti Kebutuhan Pelebaran Jalan Akses Bandara SIM Aceh

Ilustrasi ruas jalan dan jembatan hijau; bukan foto akses Bandara Sultan Iskandar Muda
Ilustrasi koridor jalan dan jembatan; bukan dokumentasi akses Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar. Foto: Edwin Petrus/Unsplash.

ACEH BESAR, GemaSumatra.com — Jalan nasional menuju Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) di Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar, dinilai perlu mendapat penyesuaian lebar untuk mengantisipasi pertumbuhan lalu lintas dalam beberapa tahun mendatang.

Penilaian tersebut disampaikan Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo ketika meninjau pekerjaan preservasi jalan Lambaro–Blang Bintang pada Selasa, 20 Oktober 2026. Menurutnya, akses menuju bandara perlu direncanakan bukan hanya untuk kebutuhan perjalanan saat ini, tetapi juga untuk kondisi dua hingga lima tahun ke depan.

Preservasi 950 Meter Sedang Berjalan

Kementerian PU melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Aceh saat ini mengerjakan pemeliharaan dan perbaikan akses bandara sepanjang sekitar 950 meter. Pekerjaan preservasi itu ditargetkan selesai pada akhir 2026.

Baca Juga:  Aceh Besar Perkuat Peran Penyuluh untuk Mempercepat Swasembada Pangan

Dalam kunjungannya, Dody menyoroti ruang jalan yang dinilai terbatas ketika dibandingkan dengan kemungkinan peningkatan arus kendaraan. Ia menyebut lebar sekitar empat meter pada satu arah sebagai salah satu pertimbangan untuk melihat kembali kebutuhan ruang lalu lintas.

Namun, kemungkinan pelebaran juga menghadapi keterbatasan fisik karena bangunan masyarakat sudah berada di sisi kiri dan kanan koridor tersebut. Salah satu gagasan yang disebut adalah meninjau kembali pembagian ruang jalan dan median apabila secara teknis memungkinkan.

Baca Juga:  Remaja Ancam Kakak dengan Golok Usai Isap Lem di Aceh Besar

Usulan Pelebaran Belum Sama dengan Proyek Baru

Pernyataan kebutuhan pelebaran perlu dibedakan dari pekerjaan preservasi yang sedang berjalan. Hingga keterangan yang disampaikan pada 20 Oktober, informasi tersebut belum merinci keputusan desain akhir, alokasi anggaran pelebaran baru, ataupun jadwal pelaksanaannya.

Koridor Lambaro–Blang Bintang merupakan salah satu pintu masuk penting bagi pergerakan penumpang menuju bandara. Selain kapasitas kendaraan, perencanaan akses di kawasan yang berkembang umumnya juga perlu mempertimbangkan keselamatan pengguna jalan, pergerakan pejalan kaki, serta hubungan dengan simpang dan kegiatan tepi jalan.

Baca Juga:  Kebakaran Landa Pesantren Babul Magfirah, Santri Selamat

Penyelesaian preservasi yang berlangsung dan kejelasan rencana penataan ruang jalan akan menjadi dua perkembangan berbeda yang perlu dipantau masyarakat Aceh Besar maupun pengguna Bandara SIM.

Sumber laporan: ANTARA Aceh, 20 Oktober 2026. Naskah diolah kembali dengan konteks perencanaan jalan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *