Iklan Fatih Architecture Studio
ScienceTech Horizon Banner

PEMA Siapkan Penguatan Bisnis Kopi dan Cold Storage untuk Pendapatan Aceh 2027

Perusahaan daerah mengarahkan pengembangan ke pasar kopi, fasilitas penyimpanan dingin, dan Kawasan Industri Aceh Ladong.

Ilustrasi biji kopi di dalam wadah; bukan dokumentasi bisnis PEMA. Foto: Andrey Bond/Unsplash.

BANDA ACEH, GemaSumatra.com — Perseroda PT Pembangunan Aceh (PEMA) menyiapkan penguatan sejumlah bidang usaha yang sudah berjalan sebagai bagian dari strategi mendukung Pendapatan Asli Aceh pada 2027.

Direktur Utama PT PEMA Faisal Ilyas menyampaikan arah tersebut pada Rabu (21/10/2026) setelah rapat kerja evaluasi kinerja tahun buku 2026 dan pembahasan strategi perusahaan yang berlangsung di Aceh Besar.

Fokus Pengembangan Tiga Bidang Usaha

Beberapa bidang yang disebut dalam laporan ANTARA Aceh meliputi perluasan pasar komersialisasi kopi, penguatan produksi Integrated Cold Storage atau fasilitas penyimpanan dingin terintegrasi, dan pengembangan tenant di Kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong.

Baca Juga:  Aceh Imbau Kendaraan Mutasi ke Pelat BL

Agenda itu menunjukkan arah penguatan usaha melalui pemasaran, layanan penyimpanan, serta aktivitas ekonomi kawasan industri. Namun, besarnya tambahan pendapatan dari masing-masing bidang belum dapat dipastikan hanya berdasarkan rencana yang diumumkan.

Pelaksanaan Menentukan Kontribusi bagi Daerah

Rapat kerja perusahaan menjadi tahap untuk merumuskan prioritas pengembangan pada tahun berikutnya. Hasil nyata baru dapat diukur setelah program dijalankan dan kinerja tiap usaha dilaporkan.

Baca Juga:  Perjalanan dari Medan ke Aceh: Menikmati Pesona Sumatera dalam Waktu yang Tepat

Beberapa informasi yang masih perlu diketahui publik mencakup target investasi, perkembangan penggunaan fasilitas, jumlah tenant aktif, serta kontribusi yang benar-benar tercatat sebagai pendapatan daerah.

Penguatan kegiatan bisnis PEMA juga berlangsung di tengah pembahasan potensi sektor energi Aceh. Baca perkembangan kajian potensi gas Singkil dan Meulaboh sebagai konteks perekonomian daerah.

Sumber: sumber berita yang telah diverifikasi. Penulis: Dedek Lestari. Editor: Azlan Shah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *