Iklan Fatih Architecture Studio
ScienceTech Horizon Banner

Pertamina Datangkan Sekitar 15,1 Juta Liter Pertalite ke Terminal Panjang Lampung

Kapal pengangkut bersandar pada 23 Oktober 2026 sebagai bagian dari langkah penguatan pasokan BBM di Lampung.

Ilustrasi tangki penyimpanan bahan bakar; bukan foto Terminal Panjang Lampung
Ilustrasi tangki penyimpanan bahan bakar. Foto: Julia Taubitz / Unsplash.

BANDARLAMPUNG — Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan melaporkan kedatangan kargo sekitar 15,1 juta liter bahan bakar minyak jenis Pertalite di Integrated Terminal Panjang, Lampung. Pasokan dikirim menggunakan kapal MT BALVENIE yang bersandar pada Jumat, 23 Oktober 2026.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menjelaskan informasi itu dalam keterangan yang diberitakan pada Sabtu, 24 Oktober 2026.

Menurut perusahaan, kapal membawa 15.146.179 liter Pertalite dari Terminal Pengerang, Johor, Malaysia, dan berlabuh di Jetty 2 Integrated Terminal Panjang. Pembongkaran muatan dinyatakan mengikuti prosedur operasional serta standar keselamatan.

Memperkuat stok dan distribusi

Pertamina Patra Niaga menyebut penerimaan kargo ini ditujukan untuk menjaga persediaan di terminal dan mendukung distribusi bahan bakar melalui jaringan penyalur yang melayani masyarakat Lampung.

Baca Juga:  Harga Pertamax di Aceh Turun Menjadi Rp16.300 per Liter, Sabang Rp14.950

Pasokan melalui jalur laut juga disebut perusahaan sebagai langkah memperkuat keandalan distribusi. Namun, kedatangan kargo di terminal bukan berarti seluruh volume tersebut langsung tersedia di setiap stasiun pengisian bahan bakar umum pada waktu yang sama.

Penyaluran ke berbagai lokasi tetap bergantung pada pengaturan logistik, jadwal pengiriman, serta kebutuhan masing-masing wilayah. Karena itu, ketersediaan Pertalite di suatu SPBU dapat berbeda dari catatan pasokan tingkat terminal.

Baca Juga:  Harga BBM 1 Oktober: Dex Series Naik, Daftar Harga di Aceh & FTZ Sabang

Penambahan pasokan selama Oktober

Dalam keterangan yang sama, perusahaan melaporkan penambahan pasokan harian BBM di Lampung pada Oktober 2026. Pasokan solar disebut meningkat hingga 23 persen, sedangkan Pertalite bertambah 11,7 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Perusahaan menyampaikan bahwa penguatan stok dan distribusi dilakukan untuk mendukung kebutuhan energi masyarakat. Persentase itu adalah perbandingan pasokan yang dilaporkan Pertamina, bukan ukuran kenaikan penjualan atau konsumsi di setiap daerah.

Pertamina Patra Niaga meminta warga membeli BBM sesuai kebutuhan dan peruntukannya. Keluhan atau pertanyaan mengenai produk dan pelayanan dapat disampaikan melalui Pertamina Contact Center 135.

Besarnya muatan yang diterima terminal perlu dibedakan dari volume yang sudah terdistribusi ke konsumen. Sebelum bahan bakar sampai ke SPBU, terdapat tahapan penyimpanan, penjadwalan pengangkutan, dan penyaluran melalui fasilitas yang ditetapkan perusahaan.

Baca Juga:  Penyalahgunaan BBM Subsidi di Aceh Berpotensi Rugikan Negara Rp1 Triliun per Tahun

Pengumuman penambahan pasokan juga tidak dengan sendirinya mengubah harga jual BBM. Informasi harga dan stok merupakan dua hal berbeda yang perlu diperiksa melalui keterangan resmi sesuai tanggal berlakunya. Konsumen sebaiknya tidak menjadikan kabar kedatangan kapal sebagai dasar untuk menyimpulkan adanya penyesuaian harga.

Terkait kehati-hatian menerima informasi BBM, GemaSumatra sebelumnya mengulas klarifikasi kabar kenaikan harga Pertalite pada September 2026. Keterangan lama itu bersifat historis dan bukan daftar harga terkini untuk Oktober.

Sumber: ANTARA Lampung, 24 Oktober 2026, berdasarkan keterangan Pertamina Patra Niaga. Editor: Azlan Shah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *