PADANG – Rangkaian Hari Jadi Kota Padang ke-357 yang berlangsung sejak 6 Agustus dijadwalkan berakhir pada Senin, 10 Agustus 2026. Sejumlah agenda penutup disiapkan, termasuk penutupan Padang Gastronomy Market, Padang Harmoni Festival serta malam penutupan Padang Fashion Summit 2026.
Perayaan tahun ini mengusung tema “Taste of Padang Experience 2026: Road to Gastronomy City.” Pemerintah Kota Padang merancang rangkaian hari jadi bukan hanya sebagai kegiatan seremoni, tetapi juga sebagai sarana mempromosikan kuliner, budaya, pariwisata dan ekonomi kreatif Kota Padang.
Salah satu agenda yang mendapatkan porsi besar adalah Padang Fashion Summit 2026 yang berlangsung pada 9–10 Agustus di ZHM Premier Hotel Padang. Kegiatan tersebut mengusung tema “Manaruko Rupo: Menemukan Kembali Identitas dalam Balutan Elegansi Global”, dengan fokus membawa motif, tekstil dan filosofi Minangkabau ke dalam industri fesyen modern.
Skala kegiatan tahun ini juga cukup besar. Pemerintah Kota Padang mencatat keterlibatan 75 desainer, 115 merek fesyen, 36 model serta sekitar 160 tenant kuliner dan pameran. Rangkaian acaranya mencakup fashion parade, final Padang Young Design Competition, seminar tren dan branding, business matching, beauty class, kompetisi model dan tata rias serta bazar produk UMKM.
Pemko Padang menempatkan acara tersebut sebagai bagian dari pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya. Wastra Minangkabau tidak hanya diperlakukan sebagai produk tradisional, tetapi didorong untuk masuk dalam desain kontemporer dan membuka peluang pasar yang lebih luas bagi desainer maupun perajin lokal.
Selain sektor fesyen, rangkaian HJK Padang ke-357 tahun ini diisi berbagai kegiatan mulai dari Padang Gastronomy Market, Padang Bajamba Festival, Festival Salaju Sampan, Gowes Siti Nurbaya, Padang Harmoni Festival hingga kegiatan budaya dan olahraga lainnya. Pemko juga memasukkan penguatan hubungan sister city Padang–Hildesheim, Jerman, dalam agenda hari jadi tahun ini.
Berakhirnya rangkaian HJK pada 10 Agustus menjadi titik evaluasi bagi Padang untuk melihat seberapa jauh kegiatan pariwisata, gastronomi dan ekonomi kreatif dapat menghasilkan dampak yang berlanjut setelah pesta hari jadi selesai. Tantangannya berikutnya adalah mengubah eksposur selama beberapa hari menjadi kunjungan wisata, pasar bagi UMKM dan penguatan merek Padang dalam jangka lebih panjang.






