[PEKANBARU/RIAU], Senin, 20 Oktober 2025, WIB — Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) menyiapkan pembenahan sejumlah cagar budaya pada 2026. Tahap awal difokuskan ke Rumah Singgah Tuan Kadi di Kecamatan Senapelan untuk merapikan plang cagar budaya, memperbaiki karpet dan fasilitas interior, demi meningkatkan kenyamanan pengunjung serta menjaga kelestarian bangunan bersejarah.
Pembenahan dilakukan sebagai bagian strategi mendorong kunjungan wisata budaya di ibu kota Riau. Secara historis, Rumah Singgah Tuan Kadi di tepi Sungai Siak beralamat di Kampung Bandar, Senapelan, dan tercatat sebagai bangunan cagar budaya yang dibangun pada akhir abad ke-19. Penataan akan memperhatikan kaidah pelestarian agar nilai sejarah tidak hilang.
“Untuk awal kita di Rumah Singgah Tuan Kadi. Plang cagar budaya akan kita rapikan, termasuk bagian dalam rumah seperti karpet dan fasilitas lain; yang perlu diperbaiki akan kita benahi,” ujar Akmal Khairi, Kepala Disbudpar Kota Pekanbaru — “Perawatan tidak mengubah bentuk asli, hanya menambah kelengkapan agar pengunjung nyaman.”
Bagi warga, pembenahan ini diharapkan memperluas ruang ekonomi kreatif di kawasan kota tua Senapelan—mulai pedagang kuliner hingga pemandu wisata—serta memperbaiki pengalaman berkunjung keluarga dan pelajar. Penataan signage juga memudahkan difabel dan wisatawan lanjut usia menavigasi area.
Rumah Singgah Tuan Kadi berperan dalam sejarah Pekanbaru, menjadi tempat singgah Sultan Siak ketika datang melalui Sungai Siak. Bangunan ini berdiri di Jalan Perdagangan, Senapelan, dan kerap menjadi lokasi kegiatan seni-budaya akhir pekan yang menarik wisatawan.
Pemko menyebut program ini akan berlanjut ke objek heritage lain yang memerlukan perawatan. Rencana rinci, termasuk jadwal pengerjaan dan pembiayaan, akan diumumkan setelah finalisasi pada awal tahun depan. Disbudpar mengimbau pelaku usaha sekitar bersiap menjaga kebersihan dan keamanan selama proses pembenahan.






