Fatih Architecture Studio Banner
Fatih Architecture Studio Banner

SPMB Sumut Ganti Zonasi Jadi Domisili, Ini Dampaknya

Dinas Pendidikan Sumut menerapkan jalur domisili menggantikan zonasi pada SPMB SMA/SMK 2025/2026.

Ilustrasi ujian SPMB di Indonesia
Ilustrasi ujian SPMB di Indonesia

[MEDAN, Rabu, 1 Oktober 2025, WIB] — Dinas Pendidikan Sumatera Utara menerapkan jalur domisili menggantikan zonasi pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA/SMK tahun ajaran 2025/2026. Kebijakan ini mengacu alamat pada Kartu Keluarga dan membatasi pilihan sekolah di kecamatan domisili siswa.

Pada SPMB 2025, Disdik Sumut memaparkan kuota: untuk SMA—afirmasi 30%, mutasi 5%, domisili 30%, prestasi 35%; untuk SMK—afirmasi 15%, prestasi 10%, domisili 10%, dan prestasi nilai rapor 65%. Daya tampung tercatat 438 SMA (2.627 rombel/94.579 siswa) dan 281 SMK (1.788 rombel/64.356 siswa). [Menunggu verifikasi] bila ada pembaruan kuota tahun depan.

Kepala Disdik Sumut, Alexander Sinulingga: “Istilah zonasi menjadi domisili pada jalur penerimaan.” Ia menegaskan domisili berdasarkan alamat di KK dan pemetaan sekolah per kecamatan dipublikasikan untuk memudahkan pendaftaran.

Baca Juga:  KPK Panggil Rektor USU sebagai Saksi Kasus Dugaan Korupsi Proyek Jalan di Sumut

Bagi orang tua, perubahan ini berarti memastikan data KK sesuai domisili terkini, terutama bagi keluarga yang baru pindah. Siswa dari keluarga kurang mampu tetap dapat memanfaatkan jalur afirmasi; siapkan bukti kepemilikan program perlindungan sosial yang relevan.

Sebagai konteks, pendaftaran SPMB 2025 tahap I berlangsung pertengahan Mei dan tahap II awal Juni, berbeda jadwal per cabang dinas. Tahun berikutnya berpotensi mengikuti pola serupa, namun menunggu kalender resmi Disdik Sumut. [Menunggu verifikasi] jadwal 2026.

Baca Juga:  PSMS Medan—Jadwal Liga 2 9–13 November: Tandang ke Bekasi, Lanjut ke Tegal

Langkah lanjut: pantau kanal resmi Disdik Sumut untuk pemetaan sekolah per kecamatan, cek berkas domisili (KK) dan dokumen afirmasi/prestasi, serta manfaatkan meja bantuan di sekolah bila mengalami kendala teknis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *