Fatih Architecture Studio Banner
ScienceTech Horizon Banner
Wisata  

Gunung Kerinci Dipadati Pendaki Jelang Peringatan 17 Agustus

Sedikitnya 118 pendaki telah naik melalui Kersik Tuo hingga Sabtu pagi menjelang peringatan HUT ke-81 RI di Gunung Kerinci.

Pendaki Gunung Kerinci 17 Agustus
Pendaki Gunung Kerinci 17 Agustus

KERINCI – Gunung Kerinci kembali menjadi salah satu tujuan pendakian menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Aktivitas pendaki meningkat menjelang 17 Agustus 2026.

Data sementara petugas Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat di pintu registrasi R.10 Kersik Tuo mencatat 118 orang telah melakukan pendakian hingga Sabtu pagi, 15 Agustus 2026.

Angka tersebut bukan jumlah akhir pendaki pada peringatan 17 Agustus. Pengelola memperkirakan jumlah orang yang naik masih dapat bertambah hingga sehari menjelang peringatan kemerdekaan.

Baca Juga:  Dua Rumah Warga di Sitinjau Laut Kerinci Terbakar, Kerugian Didata

Gunung Kerinci menjadi salah satu lokasi yang kerap menarik pendaki saat momentum 17 Agustus. Sebagian pendaki memilih memperingati kemerdekaan dari kawasan pegunungan dengan membawa Merah Putih.

Namun peningkatan kunjungan juga membuat pengelolaan kapasitas jalur dan tempat singgah menjadi penting.

Pada kondisi normal, kuota harian melalui jalur Kersik Tuo di Kabupaten Kerinci sebanyak 87 pendaki. Jalur lain dari Solok Selatan, Sumatera Barat, memiliki kapasitas harian 50 orang.

Baca Juga:  BMKG Catat 54 Hotspot di Sumatera, Riau Nihil Titik Panas

Dalam kondisi kunjungan meningkat, petugas memantau kapasitas shelter dan pergerakan pendaki. Pendakian dapat dibatasi apabila titik-titik tempat singgah telah mencapai kapasitas yang dinilai aman.

Gunung Kerinci berada di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat dan merupakan gunung tertinggi di Pulau Sumatra. Posisi tersebut membuatnya menjadi salah satu tujuan utama wisata pendakian di wilayah barat Indonesia.

Momentum kemerdekaan memberikan daya tarik tambahan, tetapi aktivitas pendakian tetap perlu memperhatikan kondisi fisik, cuaca, peralatan, aturan kawasan dan petunjuk petugas.

Baca Juga:  Tanggul Rp 568 Juta Jebol di Muara Seberang, Kebun Warga Tergenang

Pendaki juga perlu menjaga kebersihan kawasan dan membawa kembali sampah yang dihasilkan selama perjalanan.

Kepadatan jalur pada periode tertentu dapat membuat pola pendakian berbeda dari hari biasa. Karena itu, keputusan untuk melanjutkan perjalanan perlu mengikuti kondisi aktual di lapangan.

Data 118 pendaki yang tersedia merupakan posisi sementara pada Sabtu pagi. Jumlah sebenarnya pada 17 Agustus baru dapat diketahui setelah pengelola melakukan rekap lanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *