[PANYABUNGAN/SUMATERA UTARA], Jumat, 26 September 2025, WIB — Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) memfokuskan hilirisasi pada kopi, kakao, dan kelapa, sejalan dengan program Kementerian Pertanian yang mengalokasikan Rp 9,95 triliun untuk hilirisasi komoditas perkebunan 2025–2027. Targetnya menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan daya saing UMKM.
Kementan menyebut anggaran hilirisasi digunakan untuk benih gratis, replanting, dan pendampingan usaha. Selain itu, pemerintah menyiapkan skema investasi Rp 371,6 triliun melalui kombinasi KUR, BUMN, dan swasta untuk memperkuat pembiayaan.
Andi Amran Sulaiman, Menteri Pertanian — “Hilirisasi perkebunan bertujuan menciptakan nilai tambah dan 1,6 juta lapangan kerja. Anggarannya sudah disiapkan, termasuk benih gratis bagi masyarakat.”
Dorongan hilirisasi diharapkan memperkuat UMKM olahan kopi dan cokelat Madina—mulai dari pengeringan biji, fermentasi, hingga pengemasan—guna menembus pasar antardaerah Sumatra.
Sebagai perbandingan, Kementan menargetkan pengembangan lahan komoditas prioritas (tebu, kakao, kelapa, kopi, mete, lada/pala) dengan dampak pada peningkatan PDRB pertanian dan penyerapan tenaga kerja.
Tahap lanjut, pemkab menyiapkan pendataan sentra, pelatihan mutu, serta akses pembiayaan KUR. Pelaku UMKM diminta menyiapkan standar kualitas dan sertifikasi pangan agar produk naik kelas.






