[PALEMBANG, Selasa, 30 September 2025, WIB] — Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali dirasakan warga Palembang sejak akhir pekan. BMKG mencatat kualitas udara sempat melampaui ambang “tidak sehat”. Di Ogan Komering Ilir (OKI), kebakaran gambut sekitar 15 hektare masih dipadamkan lewat operasi darat dan udara.
BMKG menyebut konsentrasi PM2,5 di Palembang pada beberapa hari terakhir melampaui 55 µg/m³ (ambang “tidak sehat”). Puncaknya dilaporkan terjadi pada 23 September mendekati 110 µg/m³, kemudian kembali meninggi pada 26 September sekitar 95 µg/m³, sebelum berfluktuasi di hari-hari berikutnya.
“Wan Dayantolis, Kepala Stasiun Klimatologi Sumsel — ‘Kualitas udara sempat di atas 55 mikrogram per meter kubik; lindungi diri dengan masker terutama saat udara terlihat kabur’.”
Bagi warga, dampak paling terasa adalah mata perih dan jarak pandang berkurang pada malam–pagi hari. Pelaku UMKM disarankan mengurangi aktivitas luar ruang saat puncak asap dan menjaga sirkulasi udara di dalam kios maupun kedai.
Di OKI, BPBD Sumsel menyatakan lahan gambut di Pangkalan Lampam terbakar sejak 22 September. Pemadaman mengerahkan personel gabungan serta tiga helikopter yang menjatuhkan air sebanyak 51 kali (sekitar 204 ribu liter) untuk menahan perluasan api.
Pemda diminta menyiagakan tenaga kesehatan di puskesmas serta menyalurkan masker ke kawasan terdampak. BMKG dan BPBD mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran terbuka serta melapor jika melihat titik api. Operasi pemadaman dan pendinginan lahan dilanjutkan hingga kondisi benar-benar aman.






