Fatih Architecture Studio Banner
Fatih Architecture Studio Banner

Ledakan Kapal Batam: DPRD Desak Penegakan Hukum, 13 Tewas

Evaluasi K3 Disorot, Polisi Periksa 26 Saksi

Ledakan kapal Batam 13 korban
Ledakan kapal Batam 13 korban

[Batam, Kepulauan Riau], Senin, 27 Oktober 2025, WIB — Ledakan disertai kebakaran di kapal tanker MT Federal II yang sedang diperbaiki di galangan PT ASL Shipyard, Tanjung Uncang, Batam, menelan 13 korban jiwa. DPRD Batam mendesak penegakan hukum dan evaluasi ketat keselamatan kerja, sementara penyelidikan polisi masih berjalan.

Peristiwa pada Rabu, 15 Oktober 2025 itu awalnya merenggut 10 nyawa dan melukai puluhan pekerja. Dalam perkembangan, dua korban yang sempat dirawat intensif meninggal sehingga total korban jiwa menjadi 13 orang. Aparat bersama tim laboratorium forensik kembali melakukan olah TKP untuk memastikan penyebab dan potensi kelalaian dalam prosedur kerja di area tangki kapal.

Hingga pekan ini, total korban tercatat 31 orang: 13 meninggal dunia dan sisanya luka-luka. Dari 21 korban luka pada hari kejadian, 18 masih menjalani perawatan di rumah sakit rujukan di Batam. Identitas dua korban yang terbaru meninggal sudah dikonfirmasi pihak kepolisian setelah dirawat akibat luka bakar berat.

Baca Juga:  Dua Kapal Berbendera Singapura Ditangkap Curi Pasir di Batam

Wakil Ketua I DPRD Batam, Aweng Kurniawan, menegaskan perlunya pengawasan menyeluruh: “DPRD mendorong agar pemerintah dan instansi terkait meninjau ulang penerapan K3 di seluruh kawasan industri.” Ketua Komisi IV DPRD Batam, Dandis Rajagukguk, menambahkan komitmen pengawalan, “Kami akan memastikan hak-hak korban terpenuhi dan mendukung penyelidikan agar kasus ini terang-benderang.”

Dampaknya bagi warga dan pelaku usaha di kawasan galangan cukup nyata. Aktivitas perbaikan kapal berisiko tertunda hingga hasil evaluasi keluar, sementara keluarga korban membutuhkan kepastian santunan, jaminan kesehatan, dan pemulihan psikologis. DPRD mendorong perusahaan memenuhi seluruh hak normatif pekerja dan keluarga, serta memperketat SOP pekerjaan panas (hot work) yang berisiko tinggi.

Baca Juga:  Korban Ledakan Kapal di Batam Bertambah Jadi 13, Polisi Dalami Dugaan Kelalaian

Insiden ini merupakan kejadian kedua pada kapal yang sama di tahun 2025. Pada 24 Juni 2025, kebakaran sebelumnya menewaskan empat pekerja dan melukai lima orang. Dalam penanganan perkara pertama itu, penyidik telah menetapkan dua petugas keselamatan sebagai tersangka pada Agustus 2025. Rangkaian kejadian berulang membuat aspek K3 dan kepatuhan subkontraktor kembali menjadi sorotan.

Baca Juga:  All Indonesia Wajib di Batam & Pintu Internasional Sumatra

Polresta Barelang menyatakan penyidikan kasus 15 Oktober 2025 masih berlangsung. Sedikitnya 26 saksi—dari pekerja, subkontraktor, hingga manajemen terkait—telah dimintai keterangan. Tim Labfor Polri masih mematangkan hasil pemeriksaan teknis guna mengurai kronologi, menentukan unsur kelalaian, dan menetapkan pihak yang bertanggung jawab. Penyebab pasti ledakan masih [Menunggu verifikasi]. Pemerintah daerah mengimbau publik mempercayakan proses hukum dan mendukung perbaikan standar keselamatan di seluruh galangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *