Fatih Architecture Studio Banner
Fatih Architecture Studio Banner

Ledakan Pipa Gas TGI di Inhil: 10 Luka, Jalintim Kembali Normal

Suburnya jalur logistik sempat ditutup total demi keselamatan

Ledakan Pipa Gas TGI di Inhil
Ledakan Pipa Gas TGI di Inhil

[PEKANBARU], Senin, 5 Januari 2026, 10.30 WIB — Ledakan dan kebakaran pipa gas PT Trans Gas Indonesia (TGI) di Desa Batu Ampar, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, menyebabkan 10 orang terluka dan membakar kendaraan serta bangunan usaha. Kepolisian menyatakan arus Jalur Lintas Timur (Jalintim) Sumatra kini kembali normal.

Peristiwa terjadi pada Jumat (2/1) sekitar pukul 16.00 WIB. Warga disebut mendengar dentuman keras, lalu api menyembur tinggi dari lokasi pipa gas bawah tanah. Jalintim di sekitar titik kejadian sempat ditutup total karena lokasi ledakan berada dekat bahu jalan dan dinilai berisiko bagi pengguna jalan.

Dampak korban dan kerusakan tercatat cukup signifikan. Kepolisian menyebut 10 orang mengalami luka-luka; enam di antaranya luka bakar, sementara empat orang luka ringan akibat terjatuh saat berupaya menyelamatkan diri. Selain itu, lima truk dan lima sepeda motor yang terparkir di kios pinggir jalan hangus terbakar, disusul tiga bangunan tempat usaha (bengkel ban, tempat pencucian motor, dan penampungan buah sawit).

Baca Juga:  PP 45/2025 Soal Denda Sawit Picu Kekhawatiran Petani Kecil di Sumatra

Direktur Lalu Lintas Polda Riau Kombes Pol Taufiq Lukman Nurhidayat menjelaskan penutupan lalu lintas dilakukan sebagai tindakan keselamatan, mengingat jarak titik ledakan sangat dekat dengan badan jalan. “Kendaraan… kini telah diperkenankan kembali melanjutkan perjalanan mereka,” ujar Taufiq.

Bagi warga dan pelaku usaha di jalur utama tersebut, insiden ini berdampak pada terganggunya arus transportasi dan logistik lintasprovinsi (Riau–Jambi) selama proses pengamanan. Pengendara juga diimbau tidak memperlambat laju kendaraan untuk melihat lokasi kejadian karena dapat memicu antrean dan risiko kecelakaan susulan. Polisi menyatakan personel masih disiagakan di area untuk pengaturan arus dan antisipasi hal yang tidak diinginkan.

Baca Juga:  Hari Santri 2025 Diperingati di Riau–Sumbar–Lampung

Secara penanganan, arus Jalintim dinyatakan kembali normal setelah situasi dinilai stabil. Namun, penyelidikan mengenai penyebab pasti ledakan masih berjalan. Di sisi warga, pendataan kerusakan usaha dan kendaraan menjadi kebutuhan mendesak agar proses bantuan, klaim, atau mekanisme pemulihan bisa lebih terarah.

Langkah lanjut yang disarankan untuk masyarakat sekitar adalah menjauh dari area bekas kebakaran jika masih ada pengamanan, mengikuti arahan petugas, dan melaporkan kerusakan atau korban tambahan melalui kanal pengaduan resmi setempat (kepolisian/pemda). Untuk pengguna jalan lintas, pilih waktu perjalanan yang lebih longgar dan patuhi rambu pengaturan di lokasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *