Fatih Architecture Studio Banner
Fatih Architecture Studio Banner

Pemerintah Minta Pemda Aktifkan Posko Siaga, Sumatra Diminta Siapkan Komando Darurat

Peringatan BMKG 23–29 Januari jadi rujukan, daerah diminta respons cepat berbasis data

Posko siaga bencana hidrometeorologi (Erik Mclean)
Posko siaga bencana hidrometeorologi (Erik Mclean)

[JAKARTA], Sabtu, 24 Januari 2026, 13.15 WIB — Pemerintah pusat meminta pemerintah provinsi serta kabupaten/kota pada level siaga dan awas potensi bencana hidrometeorologi untuk mengaktifkan posko siaga bencana dan sistem komando penanganan darurat. Instruksi ini dinilai relevan bagi daerah-daerah di Sumatra yang masih menangani dampak banjir dan potensi kebakaran lahan, agar respons lapangan lebih cepat dan terkoordinasi.

Permintaan tersebut disampaikan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno, seiring terbitnya dokumen peringatan dini cuaca dan prospek cuaca sepekan dari BMKG untuk periode 23–29 Januari 2026. Pemerintah menekankan pemda harus menjadikan rujukan BMKG sebagai dasar pengambilan keputusan kesiapsiagaan.

Pratikno, Menteri Koordinator PMK menjelaskan, “dokumen peringatan dini BMKG harus menjadi rujukan langsung bagi kepala daerah dan seluruh perangkat daerah dalam mengaktifkan sistem kesiapsiagaan.”

Baca Juga:  BMKG: Banjir Rob Intai Pesisir Aceh 18–25 November

BMKG memprakirakan potensi hujan dengan beragam intensitas di banyak kota besar pada Sabtu ini. Untuk Sumatra, beberapa kota besar diprakirakan berawan, sementara sebagian lain berpotensi hujan ringan hingga sedang. Di saat yang sama, BMKG juga memublikasikan daftar potensi cuaca ekstrem beberapa hari ke depan pada level provinsi, yang menjadi salah satu acuan operasional kebencanaan.

Baca Juga:  BNPB Kirim Logistik untuk Banjir Aceh Jaya

Bagi Sumatra, arahan ini beririsan dengan kondisi lapangan: Aceh Tamiang masih mempercepat pembersihan lumpur pascabanjir, Kabupaten OKI di Sumatera Selatan menetapkan tanggap darurat banjir hingga akhir Januari, dan Riau melaporkan kejadian karhutla di Dumai serta Siak pada periode awal bulan. Artinya, daerah diminta tidak hanya fokus pemulihan, tetapi juga menyiapkan langkah pencegahan gelombang bencana berikutnya.

Baca Juga:  Bireuen Perpanjang Tanggap Darurat Banjir

Langkah yang umumnya diminta dalam aktivasi posko meliputi penyiapan personel siaga, pemutakhiran peta risiko, kesiapan logistik dasar, kanal informasi peringatan dini ke warga, serta koordinasi lintas instansi termasuk layanan kesehatan, perhubungan, dan perangkat kewilayahan.

Pemerintah mengingatkan, aktivasi posko bukan sekadar administrasi, melainkan pusat kendali operasi yang memastikan laporan cepat, keputusan evakuasi bila diperlukan, dan distribusi bantuan berjalan tertib. Warga juga diminta mengikuti informasi resmi cuaca dan kebencanaan setempat, serta menghindari aktivitas berisiko saat hujan lebat/angin kencang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *