KALIANDA, Minggu, 22 Maret 2026, 10.00 WIB — Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan memanfaatkan momentum halal bihalal Idulfitri 1447 Hijriah untuk melibatkan pelaku UMKM lokal dalam kegiatan open house di rumah dinas bupati. Skema ini dinilai memberi dampak langsung bagi usaha kecil sekaligus memperkuat kedekatan pemerintah dengan warga.
Sejak tahap persiapan, pemerintah daerah mencatat kegiatan tersebut dirancang melibatkan sekitar 1.275 warga dan pelaku UMKM lokal. Konsepnya bukan sekadar jamuan seremonial, melainkan menghadirkan aneka kuliner yang disiapkan pelaku usaha kecil dan dinikmati bersama masyarakat yang datang bersilaturahmi.
Pada pelaksanaan H+1 Lebaran, ANTARA melaporkan jajanan PKL dan UMKM disajikan di acara halal bihalal itu. Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama menyebut produk UMKM diborong untuk dinikmati bersama masyarakat, sejalan dengan arahan agar perayaan dilakukan sederhana namun tetap memberi perputaran ekonomi bagi usaha rakyat.
Bagi pelaku UMKM, pendekatan seperti ini penting karena memberi ruang promosi sekaligus penjualan langsung pada momen ketika mobilitas warga meningkat. Di tengah persaingan usaha dan kebutuhan menjaga daya beli, keterlibatan dalam agenda pemerintah bisa menjadi dorongan tambahan, terutama bagi usaha makanan dan minuman rumahan yang bergantung pada pasar lokal.
Konteks ekonominya juga menguatkan. Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menyebut pertumbuhan ekonomi daerah mencapai 5,71 persen, lebih tinggi dibanding pertumbuhan Provinsi Lampung 5,28 persen dan nasional 5,11 persen. Dalam Musrenbang RKPD 2027, pemerintah daerah juga menegaskan pariwisata berkelanjutan dan penguatan ekonomi rakyat sebagai salah satu pijakan pembangunan.
Meski demikian, manfaat bagi pelaku UMKM baru terasa kuat bila tidak berhenti pada acara musiman. Warga dan pelaku usaha umumnya menunggu keberlanjutan berupa akses pasar yang lebih rutin, pendampingan usaha, hingga keterlibatan UMKM dalam agenda-agenda kabupaten lain sepanjang tahun. Itu penting agar kegiatan hari besar tidak sekadar ramai sesaat, tetapi ikut memperkuat ekonomi lokal secara berkelanjutan.
Apa berikutnya, pemerintah daerah dapat mengubah model open house berbasis UMKM ini menjadi pola acara publik yang lebih konsisten. Bagi warga, manfaat paling nyata ialah ketika uang belanja pemerintah dan daya beli pengunjung benar-benar berputar di tangan pelaku usaha kecil setempat.






