Fatih Architecture Studio Banner
Fatih Architecture Studio Banner

Prabowo Salat Id di Aceh Tamiang Bersama Penyintas

Simbol kehadiran negara di wilayah terdampak banjir

Prabowo Aceh Tamiang (Fraksi Gerindra DPR RI)
Prabowo Aceh Tamiang (Fraksi Gerindra DPR RI)

ACEH TAMIANG, Minggu, 22 Maret 2026, 10.15 WIB — Presiden Prabowo Subianto menunaikan salat Idulfitri 1447 Hijriah di Masjid Darussalam, kompleks hunian sementara penyintas banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Sabtu pagi. Kunjungan ini menjadi isu nasional yang punya makna lokal kuat karena dilakukan di tengah wilayah yang masih menjalani pemulihan pascabencana.

Menurut laporan resmi dan pantauan media, Presiden tiba sekitar pukul 07.20 WIB dan langsung bergabung dengan warga penyintas banjir untuk salat Id. Seusai ibadah, ia menyapa warga, bersalaman, dan membagikan paket sembako kepada perwakilan penerima di depan masjid.

Dari sudut pandang warga Aceh Tamiang, kunjungan ini lebih dari agenda seremonial. Lokasi salat Id berada di kawasan huntara, tempat yang sehari-hari menjadi penanda bahwa proses pemulihan belum sepenuhnya selesai. Karena itu, kehadiran Presiden dibaca sebagai sinyal bahwa isu pemulihan bencana di Sumatra masih berada dalam perhatian pemerintah pusat.

Baca Juga:  KPK Usut Legalitas Lahan JTTS, Proyek Tol Sumatra Tetap Berjalan

Presiden juga menyampaikan bahwa progres pemulihan pascabencana di Aceh Tamiang telah mendekati 100 persen, seiring warga terdampak disebut telah menempati hunian yang lebih layak menjelang Lebaran. Pernyataan ini memperkuat pesan optimisme, meski di lapangan warga tetap menunggu keberlanjutan pemulihan jangka panjang, termasuk hunian tetap dan pemulihan ekonomi keluarga.

Bagi pembaca Sumatra, terutama Aceh, kabar nasional ini relevan karena menyentuh kebutuhan paling nyata warga terdampak: rumah, bantuan dasar, dan kepastian negara hadir pada masa sulit. Aceh Tamiang sebelumnya menjadi salah satu daerah yang disorot dalam rangkaian penanganan dan rekonstruksi bencana Sumatra sejak akhir 2025.

Baca Juga:  Pascabanjir Aceh Tamiang, KUA Manyak Payed Disiapkan Jadi Posko

Namun demikian, ukuran keberhasilan di daerah tidak berhenti pada kunjungan pejabat tinggi. Warga akan menilai dari seberapa cepat relokasi permanen, layanan dasar, dan pemulihan penghidupan benar-benar selesai. Karena itu, perhatian nasional seharusnya diikuti pembaruan terbuka mengenai pembangunan hunian tetap, dukungan pertanian atau usaha kecil, serta kondisi infrastruktur desa terdampak.

Apa berikutnya, Aceh Tamiang memerlukan kesinambungan kebijakan setelah sorotan nasional mereda. Bagi warga, yang paling penting bukan hanya simbol solidaritas saat Lebaran, tetapi kepastian bahwa agenda pemulihan berjalan sampai tuntas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *