Fatih Architecture Studio Banner
Fatih Architecture Studio Banner

Padang-Mentawai tambah trip kapal Lebaran

Fokus pada keselamatan pelayaran dan konektivitas antarpulau

Padang Mentawai 77 trip (Mike van Schoonderwalt)
Padang Mentawai 77 trip (Mike van Schoonderwalt)

PADANG, Senin, 23 Maret 2026, 06.44 WIB — Lintasan penyeberangan Padang-Kepulauan Mentawai disiapkan lebih rapat menjelang arus balik Lebaran 2026. PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Padang menyiapkan 77 trip layanan dan menambah pelayaran pada rute tertentu agar mobilitas warga, pemudik, dan distribusi barang ke pulau-pulau utama tetap lancar.

Bagi Sumatera Barat, konektivitas ke Mentawai bukan sekadar layanan transportasi rutin. Jalur ini adalah nadi pergerakan penumpang, logistik, kebutuhan pokok, hingga aktivitas keluarga yang pulang kampung dan kembali bekerja. Karena itu, kepastian kapal laik laut dan jadwal trip menjadi isu yang langsung dirasakan warga di Padang, Sikakap, Tua Pejat, Siberut, dan Sikabaluan.

ASDP Cabang Padang menyatakan dua armadanya, KMP Gambolo dan KMP Ambu Ambu, sudah dinyatakan laik laut untuk mengangkut penumpang dan kendaraan pada periode mudik maupun arus balik. Persiapan dilakukan lewat ramp check bersama instansi terkait, termasuk pemeriksaan fasilitas kapal, kondisi teknis, dan alat keselamatan. Pada Maret 2026, perusahaan merencanakan 77 trip yang telah mendapat persetujuan Balai Pengelola Transportasi Darat untuk melayani lintasan Padang dan Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Baca Juga:  SIM Keliling Padang Hari Ini di Lokasi Car Free Day, 07.00–10.00 WIB

Hari Gunanto, General Manager PT ASDP Cabang Padang, menegaskan pemeriksaan angkutan Lebaran sangat penting untuk keselamatan penumpang. “Marine Inspector dari KSOP telah melakukan ramp check terkait kesiapan fasilitas, kemudian kondisi dan juga alat keselamatan dari masing-masing kapal,” katanya. Ia juga menyebut tambahan satu hingga dua trip sudah disiapkan untuk rute Padang-Siberut dan Padang-Tua Pejat guna mengantisipasi lonjakan penumpang.

Baca Juga:  Sumbar Perpanjang Pemutihan Pajak hingga 30 September

Dampak langsung bagi warga cukup besar. Penumpang yang hendak kembali dari kampung, pekerja antarpulau, pelajar, dan pedagang memiliki peluang lebih baik mendapatkan jadwal yang sesuai. Penambahan trip juga membantu distribusi bahan pangan dan kebutuhan harian agar tidak terlalu tertahan di pelabuhan ketika permintaan melonjak setelah masa libur.

Dalam konteks moda lain, Sumbar juga mengaktifkan posko angkutan Lebaran di Bandara Internasional Minangkabau dengan melibatkan banyak pemangku kepentingan. Ini menunjukkan bahwa masa arus balik tidak hanya menekan satu moda, melainkan seluruh jaringan transportasi. Pada jalur laut, tantangannya lebih spesifik: cuaca, kapasitas kapal, dan ketepatan jadwal keberangkatan.

Baca Juga:  Harga Beras Masih Di Atas HET; Padang & Medan Dipantau

Langkah berikutnya yang perlu diperhatikan warga adalah membeli tiket lebih awal, memantau informasi keberangkatan dari operator resmi, datang lebih cepat ke pelabuhan, dan memastikan barang bawaan sesuai aturan keselamatan. Untuk warga Mentawai, disiplin jadwal menjadi penentu agar perjalanan antarpulau pada puncak arus balik tidak tertunda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *