Fatih Architecture Studio Banner
Fatih Architecture Studio Banner

Mentawai Diguncang Gempa M5,7, Padang Ikut Terasa

Getaran dirasakan di sejumlah wilayah Sumbar, BMKG nyatakan tak berpotensi tsunami

Ilustrasi gempa Mentawai (Doğan Alpaslan Demir)
Ilustrasi gempa Mentawai (Doğan Alpaslan Demir)

MENTAWAI, Minggu, 5 April 2026, 09.30 WIB — Gempa bumi magnitudo 5,7 mengguncang wilayah tenggara Tuapejat, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sabtu petang. Guncangan terasa hingga Padang, Padang Pariaman, Kota Pariaman, Solok, Bukittinggi, dan Padang Panjang, sementara BMKG menyatakan kejadian ini tidak berpotensi tsunami.

Gempa tercatat terjadi pada Sabtu, 4 April 2026 pukul 18.21.11 WIB. Berdasarkan informasi BMKG, pusat gempa berada di laut sekitar 51 kilometer tenggara Tuapejat pada koordinat 2,05 LS dan 100,05 BT dengan kedalaman 11 kilometer. ANTARA Sumbar juga memuat data awal yang sama dan menegaskan getaran dirasakan hingga Kota Padang.

Di tingkat intensitas, BMKG mencatat guncangan III–IV MMI di Padang, Kabupaten Padang Pariaman, dan Kota Pariaman. Intensitas II–III MMI tercatat di Kabupaten Solok dan Kota Solok, sementara Bukittinggi serta Padang Panjang merasakan guncangan II MMI. Bagi warga, informasi ini penting karena menunjukkan efek gempa menjangkau wilayah pesisir hingga daratan perkotaan di Sumatera Barat.

Baca Juga:  BMKG: Hujan Lebat 27–29 Oktober di 7 Daerah Sumsel, Warga Waspada

BMKG menyatakan, “gempa ini tidak berpotensi tsunami.” Lembaga itu juga mengingatkan bahwa parameter yang dirilis pada tahap awal masih dapat mengalami pembaruan seiring masuknya data yang lebih lengkap. Pernyataan tersebut menjadi rujukan utama bagi warga Mentawai dan pesisir barat Sumbar untuk tetap tenang, tetapi tidak lengah terhadap kemungkinan gempa susulan.

Baca Juga:  Peringatan Dini Hujan Petir & Banjir Rob Lampung

Bagi warga Mentawai, Padang, dan daerah sekitar yang merasakan getaran, dampak paling langsung adalah meningkatnya kewaspadaan terhadap keselamatan bangunan, jalur evakuasi, dan kesiapan keluarga. Hingga data yang tersedia saat naskah ini disusun, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan besar maupun korban, namun kebutuhan pemeriksaan cepat di fasilitas publik dan permukiman tetap relevan.

Konteks kebencanaan di Sumbar membuat setiap gempa di sekitar Mentawai selalu mendapat perhatian tinggi. Wilayah ini berada di jalur kegempaan aktif, sehingga informasi resmi BMKG menjadi pegangan utama agar warga tidak terpancing kabar yang belum terverifikasi. Pada kasus ini, informasi awal mengarah pada gempa menengah yang terasa luas tetapi tanpa ancaman tsunami.

Baca Juga:  Peringatan BMKG: Hujan lebat di Aceh–Bengkulu, gelombang tinggi perairan barat Sumatra

Langkah berikutnya bagi warga adalah memeriksa kondisi rumah, sekolah, dan tempat kerja; menenangkan anak-anak serta lansia; dan mengikuti pembaruan resmi BMKG maupun pemerintah daerah. Bila terjadi gempa susulan, warga disarankan menjauh dari bangunan yang retak atau belum dipastikan aman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *