BENGKALIS, Minggu, 5 April 2026, 09.30 WIB — Kabupaten Bengkalis menjadi wilayah dengan titik panas terbanyak di Riau setelah BMKG mendeteksi 310 hotspot di provinsi itu, 273 di antaranya berada di Bengkalis. Pemerintah daerah dan aparat memperkuat pemadaman lapangan serta operasi modifikasi cuaca untuk menekan risiko kebakaran hutan dan lahan.
Data BMKG Stasiun Pekanbaru yang dikutip ANTARA menunjukkan sebaran hotspot di Riau meliputi Bengkalis 273 titik, Pelalawan 15, Dumai 9, Indragiri Hulu 3, Indragiri Hilir 2, serta masing-masing satu di Kepulauan Meranti dan Pekanbaru. Untuk warga Bengkalis, dominasi angka ini berarti kewaspadaan terhadap api dan asap perlu ditingkatkan, terutama di kawasan gambut dan pesisir.
Lokasi yang disebut masih memiliki titik api dan asap tebal berada di Desa Titi Akar, Kecamatan Rupat Utara. Titik lain juga dilaporkan berada di Desa Teluk Lancar, Kecamatan Bantan, serta Desa Sekodi dan Desa Palkun di Kecamatan Bengkalis. Rincian lokasi ini penting karena menunjukkan sebaran risiko tidak hanya terpusat di satu kecamatan.
Kepala Pelaksana BPBD Damkar Riau Edy Afrizal menyatakan, “Kondisinya masih ada titik api dan asap tebal.” Sementara itu, Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar mengatakan upaya pemadaman terus dilakukan bersama sejak awal munculnya titik api di beberapa kecamatan. Dua pernyataan ini memperlihatkan bahwa fase penanganan belum selesai dan masih membutuhkan kerja lapangan intensif.
Di saat yang sama, operasi modifikasi cuaca tahap kedua di Riau telah menyemai 11 ton garam sejak 28 Maret hingga 1 April 2026. Menurut BPBD Damkar Riau, OMC difokuskan ke wilayah pesisir timur, termasuk Bengkalis, Indragiri Hilir, Siak, Pelalawan, dan Dumai, untuk menjaga lahan gambut tetap lembap dan tidak mudah terbakar.
Bagi warga, pelaku usaha kebun, nelayan, hingga pengguna jalan lokal, kondisi ini berdampak pada kualitas udara, aktivitas luar ruang, dan potensi gangguan transportasi bila asap menebal. Di wilayah rawan gambut seperti Bengkalis, keterlambatan penanganan bisa memperluas kebakaran dan menaikkan biaya pemadaman. Karena itu, pencegahan dan pelaporan dini menjadi kunci.
Langkah lanjut yang perlu diperhatikan warga adalah tidak membuka lahan dengan cara membakar, segera melapor bila menemukan titik api, dan mengikuti arahan BPBD, kepolisian, serta BMKG. Selama cuaca kering dan sebaran hotspot masih tinggi, Bengkalis tetap menjadi titik perhatian utama karhutla di Sumatra bagian tengah.






