MEDAN/PALEMBANG, Rabu, 22 April 2026, 08.34 WIB — Keberangkatan kloter pertama haji Indonesia tahun 2026 resmi dimulai pada Rabu, 22 April, dan wilayah Sumatra menjadi salah satu simpul penting penyelenggaraan. Pemerintah pusat memastikan kesiapan angkutan haji nasional, sementara embarkasi di Medan dan Palembang mulai melayani jamaah dari berbagai provinsi di Sumatra.
Sekretariat Negara mencatat total jemaah haji Indonesia tahun ini mencapai 221.000 orang. Tahapan nasional dimulai dengan masuk asrama pada 21 April 2026, lalu pemberangkatan gelombang pertama dari tanah air ke Madinah berlangsung pada 22 April–6 Mei 2026. Ini menjadikan hari ini sebagai momentum awal pergerakan besar jemaah dari seluruh Indonesia, termasuk Sumatra.
Di Sumatera Utara, Kloter 1 Embarkasi Medan dijadwalkan terbang pada Rabu pukul 03.05 WIB dengan 360 calon haji. Mereka diberangkatkan menggunakan Garuda Indonesia langsung menuju Madinah. Informasi ini menegaskan peran Medan sebagai salah satu pintu utama pemberangkatan jemaah dari kawasan barat Indonesia.
Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Sumut Zulkifli Sitorus mengatakan, “Sebanyak 360 calon haji Kloter 1 Embarkasi Medan dijadwalkan akan diterbangkan pada Rabu (22/4) pukul 03.05 WIB.” Di sisi lain, Palembang juga mulai sibuk. Asrama Haji Palembang menyiapkan 250 kamar untuk melayani calon haji asal Sumatera Selatan dan Bangka Belitung.
Di Embarkasi Palembang, jumlah calon haji yang diberangkatkan tahun ini mencapai 7.036 orang, terdiri atas 5.859 dari Sumsel, 1.077 dari Bangka Belitung, dan 64 petugas pendamping. Gelombang pertama berlangsung 22 April–5 Mei 2026, sedangkan gelombang kedua 9–15 Mei 2026. Kloter pertama dari embarkasi ini tercatat berjumlah 441 jamaah asal OKU Timur ditambah empat petugas.
Bagi pembaca Sumatra, isu haji tahun ini bukan sekadar agenda nasional, melainkan layanan publik lintas daerah yang menyentuh keluarga jamaah, transportasi, akomodasi, dan kesiapan embarkasi lokal. Tahap berikut yang perlu dipantau adalah kelancaran keberangkatan per kloter, layanan asrama, serta kesiapan kesehatan dan dokumen jamaah selama fase awal operasional.






