LAMPUNG SELATAN, Jumat, 15 Mei 2026 09.30 WIB — Tim SAR gabungan menghentikan pencarian Ajum, nelayan asal Pandeglang, Banten, yang hilang setelah KM Bima Suci tertabrak kapal kargo di perairan Kalianda, Lampung Selatan, pada Selasa, 5 Mei 2026.
Operasi pencarian dihentikan setelah tim gabungan melakukan penyisiran sesuai prosedur operasi pencarian dan pertolongan. Keputusan ini berdampak langsung pada keluarga korban dan komunitas nelayan yang beraktivitas di jalur perairan Lampung Selatan.
Kecelakaan laut tersebut terjadi saat KM Bima Suci berangkat mencari ikan pada Senin, 4 Mei 2026 sekitar pukul 08.00 WIB. Kapal kemudian dilaporkan tertabrak kapal kargo pada Selasa, 5 Mei 2026 sekitar pukul 03.00 WIB.
Kepala Kantor SAR Lampung, Deden Ridwansah, menjelaskan empat orang berada di kapal saat insiden terjadi. Tiga orang selamat, sedangkan satu orang, Ajum, dinyatakan hilang. “Dengan total POB empat orang, tiga orang selamat dan satu orang hilang,” ujarnya.
Bagi warga pesisir Kalianda, peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan saat melaut, terutama pada dini hari ketika jarak pandang terbatas. Nelayan juga diimbau memastikan alat komunikasi, lampu navigasi, dan perlengkapan keselamatan tersedia sebelum berangkat.
Kecelakaan di perairan Lampung Selatan juga beririsan dengan aktivitas pelayaran niaga yang cukup padat. Jalur laut di sekitar Selat Sunda menjadi area penting bagi kapal penumpang, kapal logistik, dan kapal nelayan tradisional.
Keluarga korban tetap dapat berkoordinasi dengan aparat desa, kepolisian, dan SAR apabila menemukan tanda baru. Warga pesisir diminta segera melapor jika melihat benda atau informasi yang berkaitan dengan korban maupun KM Bima Suci.






