ACEH BESAR – Pemerintah Kabupaten Aceh Besar memperkuat koordinasi dengan para penyuluh pertanian untuk meningkatkan produktivitas lahan dan mempercepat pencapaian swasembada pangan. Penyuluh dinilai memiliki posisi penting karena berhubungan langsung dengan petani di tingkat kecamatan dan gampong.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Besar, Imam Munandar, menjelaskan bahwa sektor pertanian tetap menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah. Sektor tersebut tidak hanya mendukung ketersediaan pangan, tetapi juga menjadi sumber penghidupan bagi banyak keluarga di Aceh Besar.
Penguatan peran penyuluh dibahas dalam kegiatan pengukuhan pengurus Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia atau Perhiptani Provinsi Aceh dan pengurus tingkat kabupaten serta kota. Kegiatan berlangsung di Balai Latihan Pegawai Pertanian Saree, Kecamatan Lembah Seulawah.
Pemerintah daerah berharap organisasi profesi tersebut dapat menjadi mitra strategis dalam menjalankan program pertanian. Penyuluh memiliki tugas mendampingi petani dalam memilih benih, mengatur pola tanam, menangani hama, menggunakan pupuk, dan menerapkan teknologi yang sesuai dengan kondisi lahan.
Tantangan pertanian saat ini tidak hanya berkaitan dengan hasil panen. Petani juga menghadapi perubahan cuaca, kenaikan biaya produksi, keterbatasan peralatan, akses pasar, dan kebutuhan regenerasi tenaga kerja pertanian.
Karena itu, penyuluh perlu terus meningkatkan kemampuan teknis dan penguasaan teknologi. Informasi yang diberikan kepada petani harus disesuaikan dengan kondisi lapangan dan tidak hanya bersifat administratif.
Setelah pengukuhan pengurus, peserta mengikuti lokakarya metode tanam PMAAS. Kegiatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kapasitas penyuluh dan memperluas penerapan inovasi yang dapat mendukung produktivitas pertanian.
Ketua Umum DPP Perhiptani, Isran Noor, menekankan pentingnya organisasi penyuluh yang aktif dan profesional. Penyuluh diharapkan tidak hanya menyampaikan program pemerintah, tetapi juga mampu memahami persoalan petani dan membantu mencarikan penyelesaian yang dapat diterapkan.
Pencapaian swasembada pangan memerlukan dukungan yang lebih luas. Ketersediaan air, benih berkualitas, pupuk, alat pertanian, jalan produksi, penyimpanan, dan pasar perlu berjalan bersamaan dengan pendampingan penyuluh.
Pemerintah daerah juga perlu menggunakan data pertanian secara terukur. Data luas tanam, luas panen, produktivitas, kebutuhan air, dan serangan hama dapat membantu penyuluh menentukan lokasi yang membutuhkan penanganan lebih cepat.
Kolaborasi antara pemerintah, penyuluh, perguruan tinggi, kelompok tani, dan pelaku usaha diharapkan dapat memperkuat sistem pangan di Aceh Besar. Hasil akhirnya bukan hanya peningkatan produksi, tetapi juga pendapatan dan kesejahteraan petani.







