MEDAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan masih melakukan pendataan dampak cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di ibu kota Sumatera Utara pada Selasa malam, 18 Agustus 2026. Pendataan dilakukan terhadap rumah warga maupun fasilitas umum yang terdampak.
Kepala BPBD Kota Medan Yunita mengatakan proses pemantauan dan kaji cepat masih berlangsung. Berdasarkan laporan awal, cuaca ekstrem berupa angin puting beliung melanda empat kecamatan, yakni Medan Johor, Medan Sunggal, Medan Timur, dan Medan Helvetia.
Data sementara BPBD Medan mencatat sedikitnya 11 rumah mengalami kerusakan. Sebanyak 39 warga dari 13 kepala keluarga juga tercatat terdampak. BPBD menegaskan angka tersebut masih dapat berubah karena proses pendataan belum selesai.
Petugas BPBD melakukan kaji cepat untuk mengetahui skala kerusakan sekaligus kebutuhan penanganan setelah kejadian. Data hasil pendataan nantinya akan dihimpun melalui Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) Kota Medan.
Kejadian tersebut berlangsung di tengah kondisi cuaca yang masih perlu diwaspadai di sejumlah wilayah Sumatera Utara. Pada Rabu, 19 Agustus 2026, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang untuk sejumlah daerah di Sumatera Utara.
Masyarakat di wilayah yang mengalami cuaca buruk perlu mengikuti informasi resmi dari BMKG dan pemerintah daerah. Khusus untuk data kerusakan di Kota Medan, angka yang disampaikan BPBD hingga Rabu sore masih berstatus sementara karena kaji cepat terus dilakukan.






