Fatih Architecture Studio Banner
ScienceTech Horizon Banner

Penyalahgunaan BBM Subsidi di Aceh Diperkirakan Capai 885 Ribu Liter per Hari

Pemerintah Aceh memperkuat pengawasan BBM bersubsidi setelah potensi penyalahgunaan diperkirakan mencapai 885 ribu liter per hari.

BBM Subsidi Aceh
BBM Subsidi Aceh

BANDA ACEH – Pemerintah Aceh bersama kepolisian dan Pertamina memperkuat pengawasan penyaluran bahan bakar minyak bersubsidi setelah muncul perkiraan penyalahgunaan mencapai 885 ribu liter per hari.

Juru Bicara Pemerintah Aceh Nurlis Effendi mengatakan potensi kerugian negara akibat kebocoran BBM subsidi tersebut diperkirakan sekitar Rp1 triliun dalam setahun. Perhitungan itu dibahas dalam Rapat Koordinasi Penanganan Penyalahgunaan BBM Bersubsidi di Aula Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Aceh pada Kamis, 20 Agustus 2026.

Rapat diikuti unsur Pemerintah Aceh, Ditreskrimsus Polda Aceh, Pertamina dan perwakilan stasiun pengisian bahan bakar umum. Pembahasan tersebut merupakan tindak lanjut penanganan dugaan penyalahgunaan Biosolar bersubsidi yang sebelumnya ditemukan di SPBU Lhong Raya, Banda Aceh.

Baca Juga:  PT PEMA Setor Dividen Rp28,76 Miliar, Kontribusi untuk PAD Aceh Meningkat

Pemerintah Aceh menyebut sejumlah modus yang ditemukan antara lain pengisian berulang, penggunaan nomor polisi yang tidak sesuai serta kendaraan dengan tangki yang telah dimodifikasi. Pemerintah juga mencatat telah dilakukan sejumlah penindakan dan penyitaan berkaitan dengan praktik tersebut.

Pengawasan tidak hanya diarahkan kepada kendaraan pengguna BBM, tetapi juga terhadap titik distribusi. SPBU yang mengalami antrean panjang akan dipantau untuk mengetahui apakah persoalan disebabkan pasokan, distribusi atau pola pengisian yang tidak wajar.

Baca Juga:  Aceh Percepat Data Huntap Pascabencana

Pertamina sebelumnya juga menemukan kendaraan yang diduga digunakan sebagai pelangsir BBM subsidi dalam inspeksi gabungan di Aceh. Di dalam kendaraan ditemukan sejumlah pelat nomor serta modifikasi tangki untuk menampung BBM melebihi kapasitas standar. Temuan tersebut kemudian diserahkan kepada aparat penegak hukum untuk ditindaklanjuti.

Pemerintah Aceh juga merencanakan pembentukan Satgas Kelangkaan BBM Bersubsidi serta penertiban QR Code dan kendaraan yang melakukan pengisian berulang.

Baca Juga:  Bireuen Atur Satu Arah di Jembatan Darurat

Sebelumnya, Pertamina Patra Niaga telah menambah penyaluran BBM ke Aceh. Tambahan penyaluran dilaporkan mencapai 20,4 persen untuk gasoil dan sembilan persen untuk gasoline dibandingkan kondisi normal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *