JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana memperbarui data korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur dengan jumlah korban meninggal mencapai 91 jiwa hingga Minggu, 23 Agustus 2026.
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan data tersebut merupakan pembaruan hingga pukul 16.00 WIB. Jumlah korban meninggal bertambah empat orang dibandingkan sehari sebelumnya.
Korban meninggal tersebar di tujuh kabupaten. Manggarai mencatat 32 korban, Manggarai Timur 31 korban, Nagekeo 14 korban, Sikka enam korban, Ngada lima korban, Ende dua korban dan Manggarai Barat satu korban.
BNPB juga mencatat jumlah warga yang mengungsi meningkat menjadi 161.084 orang. Tiga wilayah dengan jumlah pengungsi terbesar adalah Manggarai sebanyak 46.519 orang, Nagekeo 34.256 orang dan Manggarai Timur 31.372 orang.
Distribusi bantuan logistik terus dilakukan melalui jalur udara dan laut untuk mendukung kebutuhan masyarakat terdampak.
Pada Minggu, bantuan yang didistribusikan mencapai sekitar 271 ton melalui sembilan penerbangan dan satu kapal laut. Sebanyak 74 ton dikirim ke Labuan Bajo dan 54 ton menuju Maumere melalui jalur udara.
Sementara itu, sekitar 143 ton bantuan yang diangkut menggunakan 16 truk diberangkatkan melalui jalur laut menggunakan KRI Semarang 594 dari Pelabuhan Tanjung Priok menuju Labuan Bajo.
Secara kumulatif sejak 15 hingga 23 Agustus 2026, bantuan yang telah disalurkan mencapai 1.226 ton melalui 77 penerbangan dan satu kapal laut.
Data terbaru tersebut berubah dari laporan BNPB sehari sebelumnya yang masih mencatat 90 korban meninggal dan 150.576 pengungsi. Karena proses pendataan masih berlangsung, angka korban dan warga terdampak masih dapat mengalami pembaruan.






