Fatih Architecture Studio Banner
ScienceTech Horizon Banner

Karhutla Sumsel: OMC Sudah 54 Kali, Pemprov Gelar Istisqa Kedua

Pemprov Sumsel mengungkap Operasi Modifikasi Cuaca sudah dilakukan 54 kali di tengah karhutla. Salat Istisqa kedua kembali digelar di Palembang.

Karhutla Sumsel September 2026
Karhutla Sumsel September 2026

PALEMBANG — Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan kembali menggelar Salat Istisqa di Griya Agung, Palembang, pada 3 September 2026 di tengah musim kemarau dan kebakaran hutan dan lahan. Kegiatan itu menjadi pelaksanaan kedua yang diumumkan Pemprov Sumsel dalam beberapa pekan terakhir.

Perkembangan kali ini berbeda dari pelaksanaan sebelumnya karena pemerintah juga mengungkap skala Operasi Modifikasi Cuaca atau OMC yang telah dilakukan. Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menyebut OMC telah dilaksanakan sebanyak 54 kali, tetapi hujan baru turun di beberapa titik di wilayah Sumsel.

Pemprov Sumsel menyatakan penanganan karhutla dilakukan melalui kombinasi upaya teknis di lapangan dan ikhtiar keagamaan. Salat Istisqa diikuti jajaran organisasi perangkat daerah, unsur Forkopimda, masyarakat, dan tokoh masyarakat.

Herman Deru menyampaikan bahwa sejumlah wilayah menghadapi kebakaran, kekeringan air, dan paparan kabut asap. Pemerintah juga menyoroti penurunan kualitas udara yang dikaitkan dengan asap karhutla selama kondisi kemarau.

Baca Juga:  Karhutla Tekan Kualitas Udara Sumsel, Pemprov Gelar Salat Istisqa

Dalam kegiatan tersebut, gubernur memberikan apresiasi kepada satuan tugas penanggulangan karhutla dan tim OMC yang bekerja di lapangan. Pemprov berharap hujan dapat membantu memperbaiki kualitas udara dan menekan titik api.

Angka 54 kali OMC menjadi perkembangan substantif dibandingkan informasi Salat Istisqa sebelumnya pada akhir Agustus. Pemprov Sumsel sebelumnya juga telah menggelar Salat Istisqa di Palembang ketika karhutla dan penurunan kualitas udara menjadi perhatian.

OMC merupakan salah satu intervensi yang digunakan untuk meningkatkan peluang hujan pada kondisi atmosfer yang mendukung. Pernyataan Pemprov Sumsel bahwa hujan baru terjadi di beberapa titik menunjukkan pelaksanaan operasi belum menghasilkan hujan merata di seluruh wilayah.

Baca Juga:  Kebakaran Hutan di Lingga Hanguskan lebih dari 1 Hektare

Pelaksanaan kedua ini juga perlu dibaca sebagai kelanjutan penanganan, bukan kegiatan yang berdiri sendiri. Pada pelaksanaan sebelumnya, pemerintah telah menyebut pencegahan kebakaran dan penanganan titik api sebagai bagian dari respons karhutla.

Data 54 kali OMC yang diumumkan sekarang memberi gambaran tambahan mengenai intensitas salah satu intervensi yang dilakukan. Namun, Pemprov tidak merinci dalam publikasi tersebut lokasi setiap pelaksanaan OMC, volume bahan semai, maupun perubahan jumlah titik panas setelah seluruh operasi.

Bagi masyarakat, kondisi karhutla tetap perlu dipantau melalui informasi pemerintah daerah dan instansi berwenang, terutama jika kualitas udara memburuk. Warga perlu mengikuti imbauan resmi apabila terjadi peningkatan kabut asap atau pembatasan aktivitas.

Baca Juga:  Lonjakan Titik Panas di Riau Picu Kabut Asap hingga Malaysia

Masyarakat juga perlu menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran lahan. Pada musim kering, pencegahan tetap menjadi bagian penting agar titik kebakaran baru tidak muncul dan menambah beban penanganan di lapangan.

Pemprov Sumsel berharap rangkaian penanganan dapat memperbaiki kondisi udara dan mengendalikan kebakaran. Pemerintah dalam publikasi terbaru belum menyatakan bahwa seluruh titik api telah teratasi, sehingga perkembangan kondisi lapangan masih perlu dipantau.

Pelaksanaan Salat Istisqa kedua sekaligus pengungkapan 54 kali OMC menunjukkan bahwa penanganan karhutla masih menjadi agenda aktif di Sumatera Selatan pada awal September. Informasi selanjutnya mengenai kualitas udara, titik panas, curah hujan, dan operasi lapangan akan menjadi indikator penting untuk melihat perubahan situasi dalam beberapa hari ke depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *