Iklan Fatih Architecture Studio
ScienceTech Horizon Banner

Ekonomi Sumatera Barat Tumbuh 4,54 Persen pada Triwulan II 2026

Ilustrasi komoditas sayur di pasar, bukan foto inflasi Sumatera Barat tahun 2026
Ilustrasi sayuran sebagai komoditas perdagangan; bukan dokumentasi pasar Sumatera Barat pada 2026. Foto: Anggit Rizkianto/Unsplash.

PADANG, GemaSumatra.com — Perekonomian Provinsi Sumatera Barat tercatat tumbuh 4,54 persen pada triwulan II 2026. Laju tersebut lebih rendah dibandingkan pertumbuhan 5,01 persen pada triwulan I tahun yang sama, menurut penjelasan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Barat.

Selisih kedua angka itu adalah 0,47 poin persentase. Dengan demikian, perekonomian daerah masih mencatat pertumbuhan positif, meski kecepatannya melambat pada periode yang dilaporkan.

Investasi dan Ekspor Masih Menopang

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumbar Mohamad Abdul Majid Ikram menjelaskan bahwa konsumsi pemerintah, aktivitas investasi, dan ekspor masih memberi dukungan kepada perekonomian provinsi tersebut. Pemulihan pascabencana dan kegiatan pembangunan infrastruktur juga disebut ikut mendukung aktivitas daerah.

Baca Juga:  Ekonomi Sumbar Membebani — Pertumbuhan Triwulan II/2025 Jadi yang Terendah Se-Sumatera

Kondisi harga komoditas ekspor seperti minyak kelapa sawit mentah dan karet turut menjadi bagian dari penjelasan kinerja ekonomi. Sementara itu, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan memperoleh dorongan dari produksi sejumlah komoditas tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, serta peternakan.

Di sisi lain, kegiatan perdagangan, industri pengolahan, serta transportasi dan pergudangan disebut mengalami perlambatan. Normalisasi aktivitas setelah masa hari besar keagamaan turut menjadi salah satu faktor yang diperhatikan Bank Indonesia.

Baca Juga:  Ekonomi Sumatera Barat Tumbuh 4,54 Persen, Kemiskinan Turun Tipis

Tekanan Harga Tetap Perlu Dicermati

Dalam keterangan yang disampaikan Selasa, 20 Oktober 2026, Bank Indonesia juga mencatat angka inflasi Sumbar pada triwulan II sebesar 4,70 persen, meningkat dari 3,37 persen pada triwulan sebelumnya. Komoditas yang disebut memengaruhi tekanan harga antara lain cabai merah, beras, bensin, minyak goreng, dan emas perhiasan.

Baca Juga:  Ekonomi Sumatera Barat Tumbuh 4,54 Persen, Kemiskinan Turun Tipis

Pada ukuran inflasi tahun kalender hingga Juni 2026, angka yang dilaporkan adalah 0,98 persen. Kedua indikator inflasi tersebut tidak semestinya dicampur karena menggunakan periode pengukuran yang berbeda.

Bagi pelaku usaha dan rumah tangga, perkembangan perekonomian berikutnya berkaitan dengan kemampuan aktivitas produksi dan investasi mempertahankan pertumbuhan, sekaligus perkembangan harga bahan kebutuhan sehari-hari.

Angka triwulan II dalam berita ini merupakan data historis yang dilaporkan pada Oktober, bukan pertumbuhan yang khusus terjadi pada Oktober 2026.

Sumber laporan: ANTARA Sumbar, 20 Oktober 2026, berdasarkan keterangan BI Sumbar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *