BANDA ACEH — Empat pelajar asal Aceh meraih beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di Sichuan Vocational College of Chemical Technology, Provinsi Sichuan, China.
Sebelum berangkat ke China, para penerima beasiswa terlebih dahulu mengikuti pelatihan bahasa Mandarin selama tiga bulan di Morowali, Sulawesi Tengah.
Pelatihan tersebut menjadi bagian dari persiapan akademik. Kemampuan bahasa diperlukan agar para pelajar dapat mengikuti perkuliahan, berkomunikasi dengan dosen, serta beradaptasi dengan lingkungan pendidikan di negara tujuan.
Keempat penerima beasiswa tersebut adalah Enver Maula Aufasyah Putra dari SMAN 3 Banda Aceh dan Maxalmina Mughayatsyah dari MAS Jeumala Amal Lueng Putu, Kabupaten Pidie Jaya.
Dua penerima lainnya adalah Muhammad Izyan Azhar dan Muhammad Badawi Fadillah dari SMKN 2 Banda Aceh.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Aceh, Marthunis, melepas keberangkatan para pelajar tersebut di Aceh Besar, Senin, 20 Juli 2026.
Marthunis menilai keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa pelajar Aceh memiliki kemampuan untuk bersaing dalam program pendidikan internasional.
Para pelajar diminta memanfaatkan kesempatan belajar dengan baik, meningkatkan kompetensi, menjaga nama baik daerah, dan membawa pulang pengetahuan yang dapat digunakan untuk mendukung pembangunan Aceh.
Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah juga menyampaikan apresiasi kepada para penerima beasiswa, keluarga, dan sekolah yang telah mendukung proses pendidikan mereka.
Ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia Aceh dalam menghadapi perkembangan industri dan hilirisasi sumber daya alam.
Menurutnya, generasi muda Aceh perlu dipersiapkan agar tidak hanya menjadi penonton dalam pengembangan industri. Mereka diharapkan memiliki pengetahuan dan keterampilan yang cukup untuk terlibat dalam pengelolaan sumber daya daerah.
Keberhasilan empat pelajar tersebut dapat menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk meningkatkan prestasi akademik, kemampuan bahasa asing, serta keterampilan teknis.
Sekolah dan pemerintah daerah juga perlu memperluas penyebaran informasi mengenai beasiswa internasional. Pendampingan dapat dilakukan sejak tahap persiapan dokumen, pelatihan bahasa, seleksi akademik, hingga keberangkatan.
Program pendidikan vokasi internasional berpotensi mendukung kebutuhan Aceh terhadap tenaga terampil. Namun, manfaatnya akan lebih besar apabila lulusan memperoleh ruang untuk menerapkan pengetahuan setelah kembali ke daerah.
Dukungan pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat diperlukan agar para penerima beasiswa dapat menyelesaikan pendidikan sesuai target dan berkontribusi bagi Aceh.






