Fatih Architecture Studio Banner
ScienceTech Horizon Banner

Urus Paspor Hari Minggu Makin Diminati Warga Banda Aceh

Layanan Pasporia di Stadion Harapan Bangsa Banda Aceh diminati masyarakat karena pengurusan paspor dapat dilakukan pada hari Minggu sambil berolahraga.

Pasporia Banda Aceh
Pasporia Banda Aceh

BANDA ACEH – Pengurusan paspor tidak lagi selalu identik dengan datang ke kantor imigrasi pada hari kerja. Layanan Paspor Minggu Ceria atau Pasporia yang digelar di Kompleks Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, Minggu, 16 Agustus 2026, mendapat respons positif dari masyarakat.

Program tersebut dihadirkan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Aceh sekaligus dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Aceh Tato Juliadin Hidayawan mengatakan Pasporia merupakan inovasi untuk membawa pelayanan keimigrasian lebih dekat dengan masyarakat.

Sebanyak 100 kuota permohonan disiapkan untuk pelayanan di Stadion Harapan Bangsa. Masyarakat dapat melakukan pendaftaran secara daring dan memilih kantor imigrasi yang dituju.

Baca Juga:  Akses Internet Gratis Hadir di Lapangan Blang Padang Banda Aceh

Namun, pelayanan tidak hanya diberikan kepada warga yang sudah memperoleh kuota melalui pendaftaran daring. Petugas juga melayani masyarakat yang datang langsung ke lokasi sehingga jumlah warga yang dilayani dapat melampaui kuota awal.

Salah satu daya tarik Pasporia adalah waktu pelaksanaannya. Kegiatan dilakukan pada hari Minggu sehingga masyarakat yang bekerja pada Senin hingga Jumat memiliki pilihan waktu lain untuk mengurus dokumen perjalanan.

Lokasinya di kawasan Stadion Harapan Bangsa juga memungkinkan warga mengurus paspor sambil melakukan aktivitas akhir pekan seperti berjalan kaki dan berolahraga.

Baca Juga:  Aceh Pulih 100% Pascapemadaman 3 Hari, PLN Evaluasi Sistem

Permohonan paspor di Aceh disebut mengalami peningkatan. Salah satu faktor pendorongnya adalah semakin terbukanya perjalanan langsung dari Aceh ke luar negeri, termasuk penerbangan untuk perjalanan umrah.

Kebutuhan masyarakat membuat paspor juga beragam. Selain untuk ibadah umrah, dokumen perjalanan digunakan untuk pendidikan, pengobatan di luar negeri, perjalanan keluarga hingga wisata.

Model pelayanan di ruang publik seperti Pasporia menunjukkan perubahan pendekatan pelayanan pemerintahan. Masyarakat tidak selalu harus mengikuti ruang dan jadwal kantor pemerintah, tetapi pelayanan dapat mendatangi ruang yang sudah menjadi bagian dari aktivitas warga.

Bagi kota seperti Banda Aceh, pelayanan akhir pekan memiliki potensi cukup besar. Kawasan ruang publik dan kegiatan car free day menjadi titik berkumpul masyarakat dari berbagai latar belakang sehingga bisa dimanfaatkan untuk mendekatkan berbagai layanan administratif.

Baca Juga:  HUT ke-80 TNI di Blang Padang, Warga Diimbau Hadir

Imigrasi Aceh sebelumnya juga telah menghadirkan pelayanan sejenis dalam beberapa kegiatan di Banda Aceh. Minat warga menunjukkan layanan alternatif pada akhir pekan menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu pada hari kerja.

Ke depan, konsistensi jadwal serta penyampaian informasi mengenai kuota, persyaratan dan lokasi layanan menjadi penting agar masyarakat dapat memanfaatkan program tersebut tanpa harus datang ketika kuota telah penuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *