Fatih Architecture Studio Banner
Fatih Architecture Studio Banner
Opini  

Mengapa Kekuasaan Sering Membuka Wajah Asli Manusia

Kekuasaan, uang, dan kebebasan memilih bukan sekadar amanah, tetapi ujian yang menampakkan siapa diri kita sebenarnya.

Shalat berjamaah (Pir Sümeyra)
Shalat berjamaah (Pir Sümeyra)

OPINI – Karakter seseorang sering kali paling jelas terlihat saat ia memiliki kekuasaan. Ukurannya sederhana, coba lihat bagaimana ia memperlakukan orang yang lebih lemah darinya. Lihat bagaimana ia bersikap kepada bawahan, kepada mahasiswa, kepada siswa, atau kepada orang-orang yang berada di bawah tanggung jawabnya.

Seorang pemimpin dapat dilihat dari cara ia memperlakukan orang-orang yang berada di bawah tanggung jawabnya. Seorang dosen dapat dilihat dari bagaimana ia memperlakukan mahasiswanya. Seorang guru terlihat dari cara ia membimbing siswanya.

Kekuasaan dan uang pada akhirnya hanya mengamplifikasi apa yang sudah ada dalam diri seseorang. Jika karakternya baik, maka saat diberi kekuasaan dan harta, kebaikannya akan semakin terlihat. Namun jika karakternya buruk, maka keburukannya juga akan semakin tampak.

Baca Juga:  Terima Kasih Presiden Jokowi atas Dedikasi dan Kepemimpinan

Itulah sebabnya kita tidak heran ketika melihat korupsi, kolusi, dan nepotisme terjadi di sekitar kita. Yang menyedihkan, sering kali tidak ada yang berani bersuara. Bisa jadi karena kita sadar, jika kita berada di posisi yang sama dan iman kita lemah, kita juga na’uzubillah melakukan hal yang sama.

Ujian kehidupan memang diberikan agar karakter seseorang terlihat, terutama ketika ia memiliki kekuasaan. Dari sini kita bisa memahami dengan logika bahwa Allah memberi manusia akal, pilihan, dan kebebasan untuk bertindak.

Baca Juga:  Terima Kasih Presiden Jokowi atas Dedikasi dan Kepemimpinan

Kita diberi kehendak bebas, atau free will, untuk memimpin, mengambil keputusan, dan menunjukkan siapa diri kita sebenarnya. Dari situlah tampak kualitas iman, akhlak, dan tanggung jawab kita.

Semua itu bukan tanpa makna. Setiap pilihan, setiap tindakan, dan setiap cara kita memperlakukan orang lain akan menjadi pertanggungjawaban kita di hadapan Allah. Karena itu, jangan pernah merasa bahwa kekuasaan adalah hak untuk berbuat sesuka hati. Kekuasaan adalah ujian.

Hidup ini singkat. Mungkin dua puluh atau tiga puluh tahun lagi, ujian kita di dunia sudah selesai. Tidak ada yang tahu kapan waktunya. Karena itu, jangan pernah merasa bahwa kita akan hidup selamanya. Jangan pula merasa bahwa Allah tidak melihat apa yang kita lakukan.

Baca Juga:  Terima Kasih Presiden Jokowi atas Dedikasi dan Kepemimpinan

Jika iman kita masih goyah, maka yang perlu kita lakukan adalah berdoa kepada Allah. Memohon agar Dia menunjukkan jalan yang benar kepada kita, menguatkan hati kita, dan mengembalikan nikmat iman yang mungkin selama ini melemah dalam diri kita.

Semoga Allah melindungi kita semua dan memberi kita kekuatan untuk menjalani ujian hidup di dunia ini dengan sebaik-baiknya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *