Fatih Architecture Studio Banner
Fatih Architecture Studio Banner

Gelar doktor Bahlil Lahadalia Ditangguhkan Universitas Indonesia

Reaksi Bahlil Terhadap Keputusan UI

Ket foto: Bahlil Lahadalia (Sumber Foto: Pinterest/JawaPos)
Ket foto: Bahlil Lahadalia (Sumber Foto: Pinterest/JawaPos)

Nasional, Gema Sumatra – Gelar doktor Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), kini di tangguhkan oleh Universitas Indonesia (UI) setelah mendapatkan sorotan publik yang cukup besar.

Penangguhan ini terjadi setelah muncul kritik dari sejumlah pihak mengenai proses pemberian gelar yang di nilai tidak sesuai dengan prosedur yang transparan.

Bahlil mengungkapkan bahwa dirinya belum menerima penjelasan lengkap tentang keputusan tersebut.

Meskipun demikian, ia tetap optimis dan menyebutkan bahwa wisudanya hanya di tunda hingga Desember 2024 setelah menyelesaikan administrasi yang di perlukan​.

Bahlil mengklarifikasi bahwa di sertasinya, yang sebelumnya harus di perbaiki, kini sudah selesai dan di nyatakan memenuhi syarat.

Baca Juga:  Mahasiswa UI Gelar Aksi di Jakarta, Soroti Krisis Demokrasi dan Kebijakan Pemerintah

Ia juga menambahkan bahwa proses yudisium, sebagai tahapan kelulusan resmi, akan dilakukan pada bulan yang sama dengan jadwal wisuda.

Menurutnya, penangguhan ini lebih kepada penundaan administrasi, bukan pembatalan gelar doktor.

“Saya belum tahu isinya, tapi kalau rekomendasinya sudah saya terima, saya sudah siap,” kata Bahlil ketika di temui di kompleks parlemen​

Pembahasan tentang gelar doktor Bahlil Lahadalia muncul setelah perbincangan terkait prosedur pemberian gelar tersebut.

Banyak yang mempertanyakan apakah prosedur tersebut sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

UI, melalui Ketua Majelis Wali Amanat, Yahya Cholil Staquf, menyampaikan permintaan maaf melalui surat resmi yang berisi penangguhan gelar tersebut.

Baca Juga:  Pemerintah Pangkas Masa Berlaku Kuota Tambang Jadi Satu Tahun, Industri Minerba Direstrukturisasi

Penangguhan gelar doktor Bahlil Lahadalia menarik perhatian masyarakat yang mempertanyakan standar akademis di Indonesia.

Bahlil, yang lahir di Maluku pada 1976 dari keluarga sederhana, memiliki latar belakang pendidikan yang tidak mudah.

Ia mengawali pendidikannya di Kolaka dan kemudian melanjutkan ke Papua, di mana ia bekerja keras untuk membiayai pendidikannya.

Setelah menempuh pendidikan tinggi di berbagai universitas, Bahlil memulai karier politiknya dengan bergabung dengan Partai Golkar pada 2010.

Bahlil Lahadalia menunjukkan dedikasinya di bidang pendidikan dan pekerjaan, yang membawanya ke posisi strategis, seperti Kepala BKPM dan Menteri ESDM.

Baca Juga:  Mahasiswa UI Gelar Aksi di Jakarta, Soroti Krisis Demokrasi dan Kebijakan Pemerintah

Penangguhan gelar doktor Bahlil kini menjadi perbincangan hangat di media sosial.

Beberapa pihak menilai hal ini mencerminkan masalah transparansi akademik di Indonesia.

Selain itu, banyak netizen juga membandingkan kasus ini dengan selebritas lain, seperti Raffi Ahmad, yang mendapat sorotan terkait gelar pendidikan dari universitas asing.

Sejumlah pihak berharap agar proses ini dapat berjalan lebih transparan dan sesuai dengan prinsip akademik yang ada.

Ikuti Update Berita Terkini Gema Sumatra di: Google News

Ikuti juga Sosial Media kami di Facebook dan Instagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *