ACEH TAMIANG — Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menjalankan pembangunan 2.212 unit hunian tetap (huntap) komunal bagi warga terdampak banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang. Pembangunan menggunakan sistem Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) dengan komponen beton pracetak yang dirancang untuk mendukung ketahanan bangunan terhadap gempa.
Menurut laporan ANTARA Aceh pada Kamis (5/11/2026), sejumlah pekerjaan berlangsung di lokasi yang tersebar dari kawasan hulu hingga hilir kabupaten. Program tersebut merupakan bagian dari upaya menyediakan tempat tinggal permanen bagi penyintas bencana.
Sejumlah paket konstruksi sedang berjalan
Pengawas keselamatan dan kesehatan kerja proyek, Windi, menyebut paket huntap 02 mencakup 160 unit di atas lahan sekitar empat hektare di kawasan bekas panti jompo. Pekerjaan itu melibatkan sekitar 120 pekerja dan ditargetkan rampung pada Desember 2026.
Di Desa Kebun Tanah Terban, Kecamatan Karang Baru, pengawas proyek bernama Rizal menjelaskan bahwa paket huntap 06 mencakup 167 unit pada dua bidang lahan yang bersebelahan. Tim konstruksi menggunakan alat berat dan menyiapkan material untuk mempercepat pekerjaan.
Teknologi pracetak dan kebutuhan hunian
RISHA memanfaatkan sambungan elemen beton pabrikasi dengan pelat serta baut. Pihak pelaksana menjelaskan sistem tersebut dipilih karena struktur sambungannya memiliki fleksibilitas saat menerima guncangan. Klaim ketahanan gempa tetap harus ditopang pelaksanaan konstruksi dan pengawasan teknis yang sesuai.
Hunian pada salah satu paket dilaporkan memiliki dua kamar tidur, kamar mandi, dan dapur. Pemerintah daerah juga menyampaikan bahwa pembangunan huntap diselenggarakan di sejumlah desa. Jumlah 2.212 unit adalah target program, bukan pernyataan bahwa seluruh rumah telah selesai atau dapat langsung ditempati.
Sumber informasi: ANTARA Aceh, 5 November 2026. Foto utama: ilustrasi pekerjaan konstruksi oleh Becca Tapert/Unsplash, bukan dokumentasi huntap di Aceh Tamiang. Editor: Azlan Shah.





