KUPANG – Aktivitas gempa susulan masih berlangsung setelah gempa magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur. Hingga Rabu, 19 Agustus 2026 pukul 06.00 WITA, BMKG mencatat sebanyak 2.768 gempa susulan.
Dari jumlah tersebut, gempa susulan terbesar tercatat bermagnitudo 6,2 dan terkecil magnitudo 1,1. Sebanyak 24 gempa memiliki magnitudo di atas 5, sementara 81 kejadian dilaporkan dirasakan masyarakat.
BMKG menyatakan aktivitas gempa susulan masih berfluktuasi dan belum memperlihatkan pola peluruhan yang jelas.
Stasiun Geofisika BMKG memperkirakan aktivitas tersebut membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga minggu untuk bergerak menuju kondisi yang lebih stabil. Masyarakat diminta tetap mengikuti informasi resmi dan mewaspadai kemungkinan gempa susulan.
Di sektor kesehatan, pemerintah mulai memperkuat pelayanan di daerah terdampak.
Kementerian Kesehatan mendirikan dua rumah sakit lapangan di RSUD Ruteng, Kabupaten Manggarai, dan RSUD Aeramo, Kabupaten Nagekeo. Fasilitas tersebut disiapkan untuk menjaga keberlanjutan pelayanan kesehatan karena fasilitas rumah sakit setempat mengalami dampak gempa.
Tenaga kesehatan yang dikerahkan mencakup dua dokter spesialis ortopedi, seorang spesialis bedah umum, dua dokter spesialis anestesi, seorang dokter umum, serta perawat dengan kompetensi untuk pelayanan IGD, anestesi dan kamar operasi.
Tim kesehatan berasal dari sejumlah fasilitas kesehatan, termasuk Kupang, Makassar dan Ambon, dengan dukungan tambahan dari RS Kariadi.
BNPB juga terus mengirimkan bantuan bagi wilayah terdampak. Hingga 18 Agustus, Pos Pendukung Logistik Nasional di Halim Perdanakusuma telah memberangkatkan sekitar 165,97 ton logistik untuk penanganan gempa NTT. Pemerintah juga menyiapkan dukungan untuk perbaikan rumah warga yang rusak.
Perkembangan gempa susulan dan kondisi fasilitas kesehatan menjadi dua aspek yang masih perlu dipantau dalam fase tanggap darurat. Warga di daerah terdampak disarankan menghindari bangunan yang mengalami kerusakan struktural serta mengikuti arahan pemerintah daerah, BMKG dan petugas kebencanaan.






