[SURABAYA/PROBOLINGGO], Jumat, 31 Oktober 2025, 15.40 WIB — Keluhan “motor brebet/mogok” usai mengisi Pertalite ramai di beberapa bengkel di Probolinggo dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir. Laporan media lokal menyebut puluhan motor masuk bengkel dengan gejala serupa. Di sisi lain, uji cepat Ditjen Migas–Lemigas terhadap sampel BBM di dua SPBU Jawa Timur menyatakan kualitas sesuai standar dan tidak ditemukan kandungan air.
Fenomena ini memicu diskusi luas soal mutu BBM dan perawatan kendaraan. Ditjen Migas Kementerian ESDM menyatakan pengujian lapangan (uji pasta air dan uji visual) menunjukkan sampel memenuhi spesifikasi teknis. Proses investigasi akan berlanjut bila ada aduan baru.
Laode Sulaeman, Dirjen Migas Kementerian ESDM: “Dari hasil pengujian, seluruh sampel menunjukkan kondisi baik dan memenuhi standar. Prosedur pemeriksaan kualitas juga rutin dilakukan sebelum SPBU beroperasi.”
Dampak & langkah untuk warga Sumatra:
- Jika motor brebet usai mengisi BBM, simpan struk dan catat waktu, lokasi SPBU, serta nomor dispenser.
- Jangan mencampur BBM lain sebelum pemeriksaan.
- Laporkan ke SPBU asal dan kanal layanan resmi (135) untuk penelusuran.
- Minta bengkel mengambil sampel sisa BBM dan dokumentasikan kondisi busi/filter.
- Cek rekomendasi pabrikan soal RON minimal (umumnya RON ≥ 90).
Sebagai latar, keluhan mesin tersendat (misfire) bisa dipicu banyak faktor: kualitas bahan bakar, kondisi busi, saringan, injektor, hingga air/kotoran di tangki. Karena itu, investigasi kasus per kasus diperlukan agar penyebab spesifik dapat dipastikan.
Agenda berikutnya: Ditjen Migas–Lemigas bersama operator SPBU diminta memperluas sampling acak, sementara pemerintah daerah menyiapkan kanal aduan terpadu jika keluhan menyebar. Redaksi akan memperbarui bila ada hasil uji laboratorium lanjutan.






