MEULABOH, GemaSumatra.com — Gempa bumi mengguncang perairan barat Aceh pada Selasa (20/10/2026) sekitar pukul 23.29 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Data awal BMKG menunjukkan magnitudo 5,4 dengan kedalaman 74 kilometer. Dalam penjelasan analisis lanjutan, BMKG mencantumkan pembaruan parameter menjadi magnitudo 5,1 dengan kedalaman 56 kilometer. Dua angka ini berkaitan dengan pembaruan analisis atas kejadian yang sama.
Guncangan Terasa di Sejumlah Kecamatan
BMKG menempatkan pusat kejadian di perairan barat daya Meulaboh, Aceh Barat. Berdasarkan perkiraan peta guncangan, intensitas mencapai IV MMI di Samatiga, Johan Pahlawan dan Arongan Lambalek. Pada intensitas ini, guncangan dapat dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah.
Analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa terkait aktivitas subduksi dan pergerakan naik. Hasil pemodelan BMKG menjadi dasar pernyataan bahwa peristiwa itu tidak berpotensi tsunami.
BMKG Imbau Warga Memeriksa Bangunan
Hingga pukul 23.50 WIB pada malam kejadian, pemantauan BMKG belum mendeteksi gempa susulan. Informasi tersebut terbatas pada waktu pemantauan dan bukan jaminan tidak akan ada gempa berikutnya.
Masyarakat diminta tidak mengikuti informasi yang tidak jelas sumbernya, menjauhi bangunan retak atau rusak, dan memantau pembaruan melalui kanal resmi BMKG. Perubahan angka magnitudo dalam laporan juga perlu dibaca berdasarkan waktu pemutakhiran data.
Sumber: sumber berita yang telah diverifikasi. Penulis: Dedek Lestari. Editor: Azlan Shah.






