PALEMBANG — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Sumatera Selatan tumbuh 5,06 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya pada triwulan III 2026. Secara triwulanan, pertumbuhan ekonomi provinsi tersebut tercatat 2,11 persen.
Kepala BPS Sumatera Selatan Moh Wahyu Yulianto memaparkan data tersebut di Palembang, Kamis (5/11/2026), sebagaimana diberitakan ANTARA. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp206,24 triliun, sedangkan PDRB atas dasar harga konstan sebesar Rp107,66 triliun.
Industri pengolahan menjadi sumber pertumbuhan
Dari sisi lapangan usaha, BPS menyatakan seluruh 17 sektor mencatat pertumbuhan. Jasa kesehatan tumbuh 11,68 persen, perdagangan 9,59 persen, dan penyediaan akomodasi serta makan minum 9,52 persen.
Struktur ekonomi Sumatera Selatan masih ditopang beberapa sektor besar. Pertambangan memiliki kontribusi 24,46 persen terhadap PDRB, industri pengolahan 18,51 persen, dan pertanian 14,61 persen.
Menurut BPS, industri pengolahan memberikan sumber pertumbuhan tertinggi dari sisi lapangan usaha, yakni 1,30 poin persentase. Pertumbuhan pada suatu sektor perlu dibedakan dari besarnya kontribusi sektor itu terhadap keseluruhan ekonomi.
Konsumsi rumah tangga tetap dominan
Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga memiliki porsi 56,84 persen dalam PDRB dan tumbuh 4,93 persen secara tahunan. Pembentukan Modal Tetap Bruto berkontribusi 28,00 persen, dengan pertumbuhan 0,84 persen.
Data ini menggambarkan kondisi ekonomi tingkat provinsi pada triwulan III 2026. Angka pertumbuhan tidak dengan sendirinya menunjukkan bahwa pendapatan atau daya beli seluruh kelompok masyarakat meningkat pada tingkat yang sama.
Sumber informasi: ANTARA Sumatera Selatan berdasarkan paparan BPS, 5 November 2026. Foto utama: panorama Jembatan Ampera, Palembang, oleh Hadi Utama/Unsplash sebagai ilustrasi wilayah. Editor: Azlan Shah.






