Fatih Architecture Studio Banner
Fatih Architecture Studio Banner

Pramono Tak Sanggup Bayar Pajak, 1.300 Peternak Terancam

Pramono Tutup Usaha Akibat Pajak 670 Juta

Ket foto: UD Pramono Tutup Usaha (Sumber Foto: Instagram/indotoday)
Ket foto: UD Pramono Tutup Usaha (Sumber Foto: Instagram/indotoday)

Nasional, Gema Sumatra – Pramono, pemilik UD Pramono di Desa Singosari, Kecamatan Mojosongo, mengumumkan penutupan usahanya karena tak mampu membayar pajak.

“Aku sudah tidak sanggup,” ujarnya, mencerminkan kesedihan dan keputusasaan atas situasi yang mengakibatkan rekening banknya di bekukan.

Akibatnya, ia kehilangan akses terhadap Rp 670 juta, termasuk uang milik 1.300 peternak sapi perah yang selama ini menjadi mitranya.

UD Pramono di kenal sebagai pengepul susu yang selalu menawarkan harga tertinggi, bahkan membeli susu dari sapi yang sakit meski harus di buang.

Ini menunjukkan komitmennya terhadap peternak lokal.

Gito, seorang peternak yang bergantung pada UD Pramono selama sepuluh tahun, menyatakan, “Kami merasa terbantu oleh harga yang baik dan kredit tanpa bunga untuk pakan sapi.”

Baca Juga:  Peternak Boyolali Buang 50 Ribu Liter Susu Senilai Rp 400 Juta

Dalam seminggu, ia bisa mendapatkan hingga Rp 800 ribu dari penjualan susu, yang sangat membantu kebutuhan sehari-harinya.

Kini, ribuan peternak yang tersebar di lima kecamatan di Boyolali dan satu kecamatan di Klaten terancam kehilangan sumber penghidupan.

Mereka datang ke Kantor Pelayanan Pajak Pratama Boyolali untuk mencari penjelasan mengenai situasi ini.

Sriyono, seorang peternak asal Kecamatan Jatinom, mengatakan, “Kami merasa sangat terbantu oleh UD Pramono. Kehilangan ini sangat berat untuk kami.”

Pramono sendiri mengaku tidak menyalahkan bank atau kantor pajak atas pemblokiran rekeningnya.

Baca Juga:  Pramono Anung Tantang Ridwan Kamil Pemindahan Balai Kota

“Saya sudah capek dan tidak mampu melanjutkan usaha ini,” katanya, menambahkan bahwa ia telah berpamitan kepada dua pabrik besar yang menjadi pelanggan setianya.

Keputusan ini tentunya menjadi pukulan berat bagi peternak yang menggantungkan hidup mereka pada hasil penjualan susu.

UD Pramono berperan sebagai pengepul susu yang juga memberikan dukungan finansial kepada peternak.

Mereka menawarkan kredit tanpa bunga dan melakukan pembelian susu secara konsisten.

Situasi ini menyoroti tantangan yang di hadapi oleh pelaku usaha kecil dalam memenuhi kewajiban pajak yang dapat berakibat fatal bagi keberlangsungan usaha mereka.

Baca Juga:  Pramono Anung Tantang Ridwan Kamil Pemindahan Balai Kota

Dengan kondisi ini, nasib 1.300 peternak sapi perah di Boyolali berada dalam ketidakpastian.

Banyak yang berharap situasi ini segera teratasi.

Mereka ingin kembali menjalankan usaha dan menyalurkan hasil produksi susu.

“Harapan kami, ada solusi agar kami bisa kembali menyetorkan susu ke UD Pramono,” kata Gito.

Dampak dari penutupan usaha ini tidak hanya di rasakan oleh Pramono, tetapi juga oleh ribuan keluarga yang bergantung pada usaha susu ini untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Ikuti Update Berita Terkini Gema Sumatra di: Google News

Ikuti juga Sosial Media kami di Facebook dan Instagram.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *