BANDA ACEH – Pemerintah Kota Banda Aceh merevitalisasi Pasar Sarekat Merah Ekonomi Pancasila atau Pasar SMEP sebagai pusat perdagangan yang lebih modern dan memiliki identitas kawasan.
Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal menyampaikan bahwa kawasan tersebut telah digunakan masyarakat sebagai tempat berdagang sejak masa pascatsunami 2004. Pemerintah kota kemudian mengembangkannya agar dapat kembali menjadi salah satu penggerak perekonomian masyarakat.
Konsep revitalisasi Pasar SMEP memadukan fasilitas perdagangan modern dengan sentuhan arsitektur Tionghoa dan karakter kawasan multietnis. Pendekatan tersebut diharapkan tidak hanya memperbaiki fungsi pasar, tetapi juga memperkuat citra Banda Aceh sebagai kota yang dibangun melalui kolaborasi masyarakat dari berbagai latar belakang.
Revitalisasi pasar tradisional menjadi penting karena pasar masih berperan sebagai ruang ekonomi bagi pedagang kecil, pelaku usaha mikro, dan masyarakat yang membutuhkan barang kebutuhan sehari-hari.
Pengembangan Pasar SMEP juga dapat membuka peluang terciptanya ruang publik yang lebih tertata. Hal ini mencakup penataan kios, sirkulasi pengunjung, kebersihan, keamanan, dan kemudahan akses bagi masyarakat.
Pemerintah kota belum menyampaikan secara terperinci dalam sumber yang tersedia mengenai nilai anggaran, jumlah kios, dan jadwal penyelesaian revitalisasi tersebut. Informasi lanjutan masih diperlukan untuk mengetahui kapasitas pasar dan skema penempatan pedagang setelah pembangunan selesai.






