PALEMBANG – Tim Manggala Agni mengintensifkan penanganan kebakaran hutan dan lahan di Muara Medak, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, dengan luas terdampak diperkirakan mencapai sekitar 115 hektare.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera Kementerian Kehutanan Ferdian Krisnanto mengatakan tim telah berada di lokasi Muara Medak selama delapan hari.
Operasi pemadaman menghadapi tantangan karena ketersediaan sumber air di kawasan kebakaran semakin terbatas.
Kondisi tersebut membuat tim belum dapat secara leluasa menambah personel untuk memperluas operasi pemadaman. Satuan tugas juga mengupayakan penggunaan alat berat untuk mendukung penanganan di lapangan.
Selain Musi Banyuasin, penanganan karhutla di Sumatera Selatan juga difokuskan pada Kabupaten Ogan Komering Ilir dan wilayah Gelumbang di Kabupaten Muara Enim.
Di OKI, kebakaran antara lain ditangani di Tulung Selapan dan Pangkalan Lampam. Luas kebakaran pada sejumlah lokasi tersebut diperkirakan sekitar empat hingga lima hektare.
Tim menerapkan strategi pengendalian sejak titik api terdeteksi agar kebakaran tidak berkembang menjadi area yang lebih luas.
Berdasarkan pembaruan penanganan hingga 19 Agustus 2026, terdapat 12 lokasi kebakaran yang ditangani di Sumatera Selatan.
Enam lokasi dilaporkan telah berhasil dipadamkan. Sementara enam lokasi lainnya masih berada dalam proses penanganan, termasuk Muara Medak di Musi Banyuasin serta beberapa titik di Ogan Ilir, Muara Enim, dan OKI.
Untuk memperkuat operasi, satu regu Manggala Agni dari Daerah Operasi Sarolangun, Jambi, juga digeser menuju Posko Lapangan Semambu di Kabupaten Ogan Ilir.
Penanganan karhutla menjadi perhatian selama musim kemarau karena kondisi lahan yang kering dapat meningkatkan risiko perluasan kebakaran apabila titik api tidak segera dikendalikan.






