JAKARTA – Pemerintah memulai rangkaian Bulan Kemerdekaan untuk menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia pada Sabtu, 1 Agustus 2026. Sejumlah agenda kenegaraan telah disiapkan hingga puncak peringatan di Istana Merdeka, Jakarta, pada 17 Agustus mendatang.
Rangkaian kegiatan tahun ini mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”. Pemerintah merancang peringatan secara kolaboratif dengan melibatkan kementerian, lembaga, tokoh masyarakat, dan masyarakat umum.
Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro menyampaikan rangkaian Bulan Kemerdekaan dibuka dengan Zikir dan Doa Kebangsaan di kawasan Monumen Nasional, Jakarta. Kegiatan tersebut dihadiri pejabat, tokoh agama, serta jemaah dari berbagai kelompok keagamaan.
Agenda pembukaan juga diisi dengan Selawat Kebangsaan bersama Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf. Pemerintah menempatkan kegiatan doa sebagai ruang bersama untuk mensyukuri kemerdekaan sekaligus memperkuat persatuan dan kerukunan masyarakat.
Pemerintah selanjutnya akan memberikan tanda jasa dan tanda kehormatan kepada individu, kesatuan, institusi pemerintah, dan organisasi yang dinilai berjasa bagi negara. Calon penerima berasal dari berbagai bidang, antara lain akademisi, tokoh agama, seniman, birokrat, dan militer. Para calon telah melalui proses seleksi oleh Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan.
Rangkaian kenegaraan berlanjut pada 14 Agustus 2026. Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menyampaikan pidato dalam dua sesi. Sesi pertama merupakan pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR serta Sidang Bersama DPR dan DPD.
Pada sesi kedua, Presiden akan menyampaikan Rancangan Undang-Undang tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2027 beserta Rancangan Nota Keuangan di hadapan Sidang Paripurna DPR.
Pemerintah kemudian menjadwalkan Ziarah Nasional dan Renungan Suci di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata, Jakarta Selatan, pada 15 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari penghormatan kepada para pahlawan dan pejuang kemerdekaan.
Puncak peringatan berlangsung pada 17 Agustus 2026 melalui Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi dan Upacara Penurunan Bendera Merah Putih di Istana Merdeka. Presiden Prabowo akan bertindak sebagai inspektur upacara.
Sekitar 8.100 orang ditargetkan menghadiri upacara tersebut. Pemerintah juga akan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mendapatkan undangan melalui mekanisme pendaftaran atau war ticket. Jadwal dan tata cara pendaftaran akan diumumkan lebih lanjut melalui saluran resmi pemerintah.







