BANDA ACEH – Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh menggelar Workshop Digital Marketing bagi pelaku usaha pada 5 hingga 7 Agustus 2026.
Kegiatan selama tiga hari tersebut bertujuan memperkuat kemampuan pelaku usaha dalam memasarkan produk melalui media digital.
Peserta memperoleh pembekalan mengenai strategi pemasaran daring agar produk dapat menjangkau pasar yang lebih luas. Materi pemasaran digital menjadi semakin penting seiring perubahan kebiasaan konsumen dalam mencari informasi dan membeli produk.
Media sosial, mesin pencari, dan platform perdagangan elektronik kini menjadi bagian dari proses promosi dan penjualan. Namun, pelaku usaha masih menghadapi tantangan dalam membuat konten, menentukan sasaran konsumen, serta menjaga konsistensi identitas merek.
Melalui kegiatan tersebut, pelaku usaha diharapkan tidak hanya menggunakan media sosial untuk mengunggah foto produk. Mereka juga perlu memahami penyusunan pesan promosi, jadwal publikasi, pelayanan pelanggan, dan pengukuran hasil pemasaran.
Strategi digital yang tepat dapat membantu usaha mikro, kecil, dan menengah menekan biaya promosi serta menjangkau konsumen di luar daerah.
Bagi produk lokal Aceh, pemasaran digital juga dapat memperluas akses pasar untuk makanan olahan, kopi, kerajinan, fesyen, dan berbagai produk industri kreatif.
Meski demikian, pelatihan perlu diikuti dengan pendampingan berkelanjutan. Pelaku usaha membutuhkan praktik langsung, evaluasi akun bisnis, penguatan kemasan produk, legalitas, serta dukungan untuk memasuki platform perdagangan elektronik.
Disperindag Aceh menyatakan kegiatan tersebut menghadirkan narasumber untuk memberikan pengetahuan dan strategi pemasaran digital kepada peserta.
Workshop itu menjadi salah satu upaya pemerintah daerah meningkatkan kapasitas dan daya saing pelaku usaha Aceh dalam menghadapi perubahan pasar.






